Kini, tantangan berikutnya sudah menunggu. SS kedua akan membentang sejauh 316 kilometer dari Yanbu menuju Alula. Menyikapi itu, Jeje sudah punya strategi berbeda. Dia memutuskan untuk tidak memaksakan kecepatan. Yang penting, mobil tetap terjaga untuk etape-etape panjang selanjutnya.
“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun,” beber Jeje.
“Di sini masih harus menjaga mobil lebih jauh lagi, lebih maksimal lagi karena jaraknya lebih panjang dan medannya lebih berat dan durasinya lebih lama.”
Kolaborasi dengan Mathieu Monplaisi memang terlihat solid dan membuahkan hasil. Tapi Jeje enggan berpuas diri. Targetnya jelas: menyelesaikan seluruh rangkaian lomba sampai garis akhir pada 17 Januari 2026. Masih ada 12 hari balapan di depan mata, sehingga konsistensi dan keselamatan adalah kunci utama.
“Tapi kembali lagi, buat saya enggak ada keharusan untuk bisa ngepush lebih jauh lagi, karena yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS sampai nanti tanggal 17 Januari,” pungkasnya.
“Jadi kembali lagi hasil yang baik itu menjadi nomor dua, yang penting hasilnya finis dulu nomor satunya.”
Artikel Terkait
DJP Siap Eksekusi 200 Penunggak Pajak Kakap, Rp13,1 Triliun Telah Disetor
Liburan Tanpa Ribet: Mister Aladin dan Kredivo Bikin Jalan-Jalan Bisa Dicicil
APBN 2025 Cetak Kelebihan Dana, SiLPA Tembus Rp48,9 Triliun
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi