Di gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka suara soal nasib lumpur sisa banjir di Sumatera. Pemerintah punya usulan. Daripada dibuang, tumpukan lumpur itu dianggap bisa dimanfaatkan untuk membangun tanggul.
“Kalau untuk lumpur, diskusi kami dengan Pak Menhan (Sjafrie Sjamsoeddin) beliau ingin agar ini digunakan sebagai tanggul,” ujar Tito.
Ia melanjutkan dengan penjelasan yang lebih gamblang. Menurutnya, banyak tanggul dan sungai yang sudah dangkal karena sedimentasi. Akibatnya, hujan sedikit saja air sudah mudah meluap ke pemukiman warga di sekitarnya. Nah, lumpur yang dikeruk itu bisa dijadikan bahan untuk memperkuat tanggul di kiri kanan sungai.
Memang, sempat beredar kabar ada pihak yang berminat membeli material lumpur tersebut. Tito mengakuinya, tapi ia belum mendapat konfirmasi yang jelas soal hal itu. “Katanya ada yang mau membeli lumpurnya, saya belum mendapat informasi yang pasti A1 belum,” jelasnya.
Namun begitu, saran dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin lebih mengemuka. Alih-alih dijual, lumpur lebih baik dipakai untuk memperkuat pertahanan sungai. Tujuannya jelas: mencegah luapan air di masa mendatang.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moral Pribadi yang Bisa Menghentikannya, Bukan Hukum Internasional
Trump Tegaskan Ambisi Greenland: Dengan Cara Mudah, Atau Sulit
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari