“Pak Menhan berpendapat menyarankan supaya lumpurnya dipakai untuk jadikan tanggul,” kata Tito menirukan saran koleganya itu, “untuk memperkuat jangan sampai nanti kalau ada banjir, air lagi kemudian tumpah ke kiri kanan gitu.”
Lalu bagaimana dengan kayu-kayu gelondongan yang ikut terseret banjir? Nasibnya tak kalah penting. Tito menyebut, kayu-kayu itu sudah banyak diambil warga untuk membangun kembali rumah mereka. Itu hal yang bagus, asal...
“Artinya kayu-kayu itu sedapat mungkin digunakan kembali untuk kepentingan pembangunan ini, untuk rehabilitasi rekonstruksi ini ya,” imbuhnya.
Ia memberi catatan. Penggunaannya harus dimaksimalkan untuk kepentingan pemulihan, bukan malah dikomersialkan. “Dimaksimalkan seperti itu, cuma prosedurnya jangan sampai melanggar. Jangan sampai nanti dipotong-potong terus dijual kepada untuk komersial.”
Jadi, intinya pemerintah ingin semua material sisa bencana itu dikelola dengan bijak. Lumpur untuk menguatkan sungai, kayu untuk membangun kembali. Semua demi pemulihan yang lebih tangguh.
Artikel Terkait
Nenek Pencuri Baju di Tanah Abang Akhirnya Bayar Rp 1,2 Juta Setelah Mediasi
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini
Putra Mahkota Terakhir Iran Serukan Trump Bertindak Saat Protes Memanas
Dua Pelaku Penusukan di Kemang Diringkus di Surabaya Saat Hendak Kabur