“Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,”
Demikian disampaikan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan resminya.
Namun begitu, pekerjaan belum sepenuhnya usai. Pemerintah masih terus menggebut pembangunan 12 jembatan bailey lainnya di titik-titik terdampak. Daftarnya cukup panjang: Beutong Ateuh di Nagan Raya, Panton Nisam di Aceh Utara, Jeurata di Aceh Tengah, dan Wehni Rongka di Bener Meriah.
Selain itu, ada juga Timang Gajah, Box Culvert Lampahan, Jamur Ujung, dan Bener Kelipah yang semuanya berada di Bener Meriah. Titik lainnya meliputi Titi Merah dan Lenang di Aceh Tengah, lalu Jambo Masjid di Lhokseumawe, serta Bener Pepayi di Bener Meriah.
Dengan dibukanya akses transportasi di penghujung tahun ini, harapannya jelas. Proses pemulihan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial masyarakat Aceh, bisa berjalan lebih cepat dan terasa dampaknya di awal tahun 2026 nanti.
Artikel Terkait
Persija Siap Bertarung Habis-habisan Hadapi Bhayangkara yang On Fire
Bulog Salurkan 828.000 Ton Beras Program Sepanjang 2026 untuk Stabilisasi Harga
Long Weekend Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Haaland Cetak Hattrick ke Semifinal Piala FA