Persoalan lain adalah eksekusi dan keandalan waktu kerja. Bima bercerita tentang proyek crawling pemberitaan untuk kliennya, yang mencakup kurun enam bulan.
Secara manual, pekerjaan seperti itu bisa diselesaikan satu staf humas dalam sehari. Namun, ketika diserahkan ke AI, hasilnya malah tak kunjung datang sampai tenggat waktu yang ditetapkan. Banyak kendala tak terduga yang muncul.
katanya.
Di sisi lain, Bima menyoroti fenomena AI FOMO yang melanda banyak orang. Banyak yang mengira AI akan segera menggusur mesin pencari macam Google. Padahal, faktanya, volume pencarian Google masih jauh lebih besar ketimbang platform AI berbasis percakapan.
pungkas Bima.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Balas Ultimatum Trump
Akses Puncak Monas Ditutup Lebih Awal Selama Libur Lebaran 2026
OJK Rancang Aturan Permodalan Baru untuk Perkuat BPR/S
Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas dalam Perjanjian Dagang dengan AS