Pelaku Diduga Kabur ke Gunung Kidul, Polisi Buru Anak Korban Pembunuhan Ibu Sendiri

- Rabu, 04 Februari 2026 | 10:54 WIB
Pelaku Diduga Kabur ke Gunung Kidul, Polisi Buru Anak Korban Pembunuhan Ibu Sendiri

Upaya pengejaran terhadap A, sang terduga pelaku pembunuhan Nur Aini (55), masih terus digenjot oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Perempuan malang itu ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya sendiri, di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo. Suasana mencekam masih menyelimuti lokasi kejadian perkara.

Kini, jejak pelaku kabur hingga ke wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Polisi dari Ponorogo langsung bergerak cepat menyusul ke sana.

Wakapolres Ponorogo, Kompol Try Widyanto Fauzal, mengonfirmasi hal ini pada Rabu (4/2).

"Pak Imam, Kasatreskrim kami, sudah berangkat ke Gunung Kidul untuk olah TKP di lokasi baru," ujar Try.

Menurutnya, ada informasi yang cukup mencemaskan: terduga pelaku diduga telah menceburkan diri ke laut di sekitar wilayah Gunung Kidul. Kabar ini langsung direspons dengan koordinasi intensif.

"Kami sudah hubungi Basarnas Yogyakarta untuk bantuan pencarian. Kolaborasi dengan Polres Gunung Kidul dan Polda DIY juga sudah jalan," tambahnya.

Kronologi awalnya, Nur Aini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan bersimbah darah di rumahnya pada Senin (26/1) lalu. Adegannya sungguh memilukan.

Dari penyelidikan, polisi mendapatkan titik terang yang justru membuat hati miris. Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyebut bahwa petunjuk dari saksi-saksi mengarah pada anak korbannya sendiri, yang berinisial A.

Dugaan itu kian kuat karena A menghilang begitu saja pasca-kejadian. Ke mana dia pergi, tak ada yang tahu.

"Barang bukti dan sejumlah kesaksian yang kami kumpulkan, semuanya mengarah ke A," kata Imam pada Selasa (27/1).

Pelacakan polisi kemudian membuahkan hasil. Jejak digital dan informasi warga menuntun mereka ke Gunung Kidul.

Posisi terakhir A terpantau setelah dia mengunggah sebuah foto. Uniknya, dalam foto itu terlihat dia menitipkan sepeda motor beserta sebuah tas kepada seorang warga, yang berinisial R.

"Dia bilang mau melakukan perjalanan jauh. Motor dan tasnya dititipkan, minta diserahkan ke polisi," jelas Imam, merinci informasi yang diterima dari warga setempat.

Polisi pun menyita barang titipan itu. Isi tasnya membuat bulu kudu merinding: sebuah kapak dan dua buah kunci gembok.

"Kami menduga barang-barang itulah yang digunakan pelaku. Dari Gunung Kidul kami dapatkan pisau dan kapak sebagai barang bukti," pungkasnya.

Pencarian kini berfokus pada dua hal: menemukan A, hidup atau mati, dan menyambung setiap titik yang masih gelap dalam kasus yang menyedihkan ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar