Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, penundaan ini terjadi di banyak negara. Pemicunya adalah aturan baru yang mewajibkan pemeriksaan media sosial lebih ketat bagi para pemohon visa. Aturan ini menyasar pekerja dengan visa H-1B beserta keluarganya, juga pelajar dan peserta pertukaran dengan visa F, J, dan M.
Akibatnya, tumpukan berkas menunggu untuk diproses. Pengacara Google menyebut gangguan ini berdampak luas ke berbagai kategori visa. Namun begitu, pemberitahuan itu tak banyak memberi solusi bagi karyawan yang sudah terlanjur berada di luar negeri dan terjebak antrian. Saat dimintai klarifikasi, juru bicara Google memilih untuk tidak berkomentar.
Jadi, situasinya cukup pelik. Bagi para pekerja global di perusahaan teknologi seperti Google, kebebasan untuk berpindah tempat tiba-tiba dibatasi oleh birokrasi yang berjalan lambat. Mereka pun harus berpikir ulang sebelum membeli tiket pesawat.
Artikel Terkait
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni
China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Iran Setelah Ancaman Militer
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini