Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berhasil meraih kesepakatan penting. Bersama sembilan raksasa farmasi, mereka sepakat untuk memangkas harga obat-obatan. Ini adalah langkah yang cukup signifikan, mengingat isu mahalnya obat di AS sudah jadi perdebatan panjang.
Menurut laporan Reuters, kesepakatan ini melibatkan nama-nama besar. Bristol Myers Squibb, Gilead Sciences, dan Merck ada di dalamnya. Tak ketinggalan, unit AS dari Roche, yaitu Genentech, juga ikut menandatangani. Di sisi lain, daftar perusahaan farmasi yang terikat perjanjian ternyata lebih panjang lagi. Ada Novartis, Amgen, Boehringer Ingelheim, Sanofi, dan GSK.
Para pejabat senior pemerintah menjelaskan inti kesepakatannya.
"Berdasarkan kesepakatan tersebut, setiap produsen obat akan memangkas harga sebagian besar obat yang dijual ke program Medicaid untuk masyarakat berpenghasilan rendah," kata mereka.
Artikel Terkait
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS