Fakta Mengejutkan: 40% Ibu Alami Penurunan Gairah Seksual Pasca-Melahirkan

- Rabu, 10 Desember 2025 | 17:54 WIB
Fakta Mengejutkan: 40% Ibu Alami Penurunan Gairah Seksual Pasca-Melahirkan

Jadi, Moms, setelah melewati proses melahirkan, tubuh dan keseharian kita berubah total. Itu sudah jadi rahasia umum. Tapi ada satu hal yang sering banget cuma dibisikin antar ibu, nggak pernah dibahas terbuka: soal kehidupan seks yang ikut berubah. Fenomena ini ternyata nggak cuma dialami segelintir orang, lho. Faktanya, ini dialami oleh sebagian besar ibu baru.

Menurut dr. Dimas Tri Prasetyo, SpU, MRes, seorang dokter spesialis urologi dan praktisi kesehatan seksual, data penelitiannya cukup mencengangkan. Ternyata, sekitar 40% perempuan akan mengalami penurunan fungsi seksual pasca-melahirkan. Bentuknya macam-macam, mulai dari gairah yang menurun drastis, rasa tidak nyaman, sampai respons tubuh yang sudah beda dari sebelumnya.

Sayangnya, banyak yang nggak sadar kalau ini hal yang wajar. Mereka malah menyalahkan diri sendiri. Padahal, perlu ditegaskan, kondisi ini sama sekali bukan kesalahan ibu. Dan bukan cuma soal perubahan bentuk tubuh atau angka di timbangan, lho. Masalahnya lebih kompleks dari itu.

“Setelah melahirkan, struktur di area itu berubah total. Jadi tidak akan seperti sebelum melahirkan,”

ungkap dr. Dimas dalam sebuah perbincangan dengan wartawan di acara pembukaan Elysium Clinic, Selasa (9/12).

Lalu, Apa Sih yang Sebenarnya Berubah?

Perubahan anatomi itu nyata. Akibatnya, banyak ibu butuh waktu berbulan-bulan, bahkan lebih, untuk bisa merasa nyaman lagi dan benar-benar siap secara seksual. Prosesnya nggak instan.

“Yang pernah melahirkan pasti sudah merasakan sehingga memang itu bisa menyebabkan penurunan libido,”

tambahnya.

Nah, di titik inilah sering muncul salah kaprah. Banyak perempuan mengira turunnya gairah itu adalah tanda kegagalan mereka sebagai pasangan. Padahal, itu cuma sinyal alami bahwa tubuh lagi fokus memulihkan diri. Titik.

“Banyak pasien-pasien saya yang sudah melahirkan kemudian jadi jarang berhubungan kembali dengan suaminya,”

cerita dr. Dimas.

Ini bukan soal cinta sayang yang hilang, ya. Sama sekali bukan. Fokus ibu baru biasanya tersedot habis untuk mengurus bayi. Belum lagi tubuh yang memang belum pulih seratus persen. Wajar kalau keintiman jadi agak terbengkalai.

Namun begitu, dampaknya nggak cuma dirasakan satu pihak. Dinamika hubungan suami-istri pasti ikut terdampak. Nggak sedikit suami yang jadi ikutan stres karena merasa hubungan intim serba terbatas. Situasinya jadi rumit.

“Yang seharusnya bisa (berhubungan seks) saat satu bulan sekali tapi harus menunggu anaknya tidur, di kasur yang sama, enggak boleh kencang-kencang, nggak boleh heboh-heboh, nanti kalau enggak, anaknya bangun,”

ia menggambarkan.

Jadi, selain faktor hormonal dan fisik, kondisi eksternal kayak sekamar dengan anak punya pengaruh besar. Bukan semata-mata karena keinginan yang berkurang, tapi situasinya aja yang sering nggak mendukung. Semuanya butuh penyesuaian dan, yang paling penting, komunikasi yang baik antara kedua pasangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler