Buktinya, rating ESG dari S&P Global mencetak skor 63. Sebelumnya, perusahaan pelat merah di bawah Kementerian Keuangan ini juga dapat rating C untuk Climate Change dan Water Security dari The Carbon Disclosure Project (CDP).
Capaian itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ia mencerminkan komitmen nyata perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan secara bertanggung jawab. Bukti lain datang dari penghargaan PROPER Hijau yang berhasil diraih kedua unit operasi mereka pada penilaian tahun 2024.
Supriadinata juga menyoroti kontribusi perusahaan pada negara. Melalui Setoran Bagian Pemerintah (SBP), Geo Dipa memproyeksikan penyetoran sebesar Rp123 miliar. Angka ini melampaui target, bahkan 101 persen lebih tinggi dari yang ditetapkan di tahun 2025.
Dividen untuk negara juga naik. Tahun ini diproyeksikan Rp27,43 miliar, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,9 miliar.
Soal kredibilitas keuangan, Geo Dipa juga punya catatan bagus. Fitch Ratings mempertahankan peringkat “AAA” untuk kategori Nasional Jangka Panjang mereka. Peringkat tertinggi ini sudah bertahan empat tahun berturut-turut sejak 2022. Pencapaian ini didukung oleh sejarah operasional yang panjang dan solid, margin yang stabil, serta visibilitas pendapatan jangka panjang yang jelas.
Semua data itu, jika dirangkum, menggambarkan sebuah perusahaan BUMN yang tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjaga tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Sebuah kombinasi yang semakin vital di era sekarang.
Artikel Terkait
Lepas L8 dan Chery C5 CSH Jadi Sorotan, Bagaimana Nasib Insentif Mobil Listrik?
BI Resmi Gabung Proyek Nexus, Genjot Pembayaran Lintas Negara
Mafirion Desak Pengungkapan Pelaku Lain di Balik Penganiayaan Nenek Saudah
KAI Catat Angkutan Barang Non-Batubara Tembus 983 Ribu Ton di Awal 2026