Efeknya langsung terasa. Penjualan eceran di berbagai sektor pun ikut merangkak naik. Tak hanya konsumsi, sisi investasi juga menunjukkan geliat positif, terutama untuk investasi non-bangunan. Optimisme pelaku usaha yang tercermin dari ekspansi PMI manufaktur menjadi penyulut utamanya.
Di sisi lain, ada tantangan yang harus diwaspadai. Permintaan domestik yang mulai menguat ini harus benar-benar dijaga. Pasalnya, kinerja ekspor diperkirakan akan melambat. Penyebabnya beragam: periode 'frontloading' ekspor ke Amerika Serikat sudah berakhir, sementara ekspor besi baja ke China dan minyak sawit ke India juga mengalami penurunan. Inilah yang perlu diantisipasi.
Secara sektoral, sejumlah lapangan usaha utama justru tampil dengan performa yang menggembirakan. Industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum, semuanya mencatatkan kinerja yang positif. Mereka menjadi penopang penting dalam pemulihan ekonomi nasional saat ini.
Artikel Terkait
Dua Sekolah Dasar Bandung Ukir Sejarah di MilkLife Soccer Challenge
Ekspor Chip Korea Selatan Tembus Rp344 Triliun di Awal 2026
MUI Buka Suara: Emas Digital Boleh, Asal Tak Sekadar Angin
Lippo Mall Puri Hadirkan Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026