Trump Klaim Pasukan Internasional untuk Gaza Makin Banyak Dukungan

- Selasa, 16 Desember 2025 | 08:40 WIB
Trump Klaim Pasukan Internasional untuk Gaza Makin Banyak Dukungan

WASHINGTON - Klaim terbaru datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyatakan bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang rencananya bertugas di Jalur Gaza mendapatkan dukungan yang makin luas. Menurutnya, tidak hanya kuat, tapi bakal makin banyak negara yang ikut serta.

“Saya kira (ISF) sudah berjalan dengan sangat kuat,” ujar Trump, seperti dilansir dari sebuah kantor berita, Selasa lalu.

Ia menambahkan dengan nada optimis, “Tapi akan semakin kuat dan semakin banyak negara yang bergabung.”

Laporan dari portal berita Axios sebelumnya mengungkap rencana ini. Trump disebutkan akan mengumumkan fase kedua gencatan senjata Gaza sebelum Natal pekan depan. Rencananya, fase itu tak cuma soal gencatan, tapi juga struktur pemerintahan baru untuk wilayah tersebut.

Kalau merujuk pada 20 poin rencana perdamaian Trump, fase kedua ini memang cukup kompleks. Israel akan menarik diri dari wilayah tambahan di Gaza. Lalu, ISF akan dikerahkan. Yang menarik, juga akan dibentuk struktur pemerintahan baru yang mencakup sebuah Dewan Perdamaian dengan Trump sendiri sebagai pemimpinnya.

Soal pasukan, beberapa negara sudah angkat tangan. Turki, Indonesia, dan Pakistan disebut-sebut termasuk yang menyatakan minat untuk mengirimkan personelnya. Masih ada lagi negara lain yang kemungkinan ikut, meski namanya belum disebut secara terbuka.

Nah, Dewan Perdamaian ini rencananya beranggotakan sekitar sepuluh pemimpin dari negara Arab dan Barat. Mereka diharapkan bisa memimpin struktur pemerintahan di Gaza. Tapi, bagaimana detailnya di lapangan? Itu masih jadi pertanyaan banyak pihak.

Di bawah dewan utama, akan ada lagi dewan eksekutif internasional. Beberapa nama yang beredar bakal duduk di sana: mantan PM Inggris Tony Blair, lalu utusan khusus Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff. Mereka akan bekerja bersama pejabat senior dari negara-negara yang ada di Dewan Perdamaian.

Semua rencana ini tentu masih di atas kertas. Implementasinya di lapangan, dengan situasi Gaza yang rumit, pasti punya tantangan beratnya sendiri. Tapi Trump tampaknya cukup yakin dengan dukungan yang mengalir.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler