Harapannya sekarang cuma dua. Pertama, dapat tempat jualan sementara. Yang kedua, tentu saja ganti rugi. Tapi soal itu, dia belum dapat kabar apa-apa. "Ya kalau harapannya kalau dapat ganti alhamdulillah. Kalau enggak dapet, ya nasib," katanya, mencoba menerima keadaan.
Di sisi lain, suasana di lokasi kebakaran mulai ramai lagi. Beberapa pedagang lain sudah memberanikan diri mendekati sisa lapak mereka. Ada yang berusaha menyelamatkan barang yang masih terlihat layak jual.
Namun begitu, ada pemandangan lain yang menyita perhatian. Beberapa warga terlihat memunguti buah-buahan yang berserakan. Jambu dan pepaya yang selamat dari api, diambil begitu saja. Sebuah gambaran pilu pasca-bencana di pasar tradisional terbesar itu.
Operasi pemadaman memang telah usai. Tapi bagi Hendra dan mungkin pedagang lainnya, perjuangan baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Ekspor Baru
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur