Asap masih mengepul tipis saat Hendra berdiri di depan lapaknya yang hangus. Senin pagi itu, pedagang pepaya berusia 40 tahun itu hanya bisa memandang puing. Kerugiannya tak main-main: seratus juta rupiah lenyap dalam kobaran api di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dia punya tiga lapak di Gedung C2. Semuanya musnah. "Enggak sempet berbenah sama sekali," ujar Hendra, suaranya lirih. Dagangannya yang baru saja turun dari truk, ikut menjadi korban.
"Enggak selamat wes dagangan tiga truk," lanjutnya, kepalanya menggeleng.
Menurut perhitungannya, total 28 ton pepaya habis dilalap si jago merah. Rinciannya, tujuh ton di satu lapak dan 21 ton di lapak tengah. Nilainya saat ini mendekati angka Rp100 juta. Sebuah pukulan telak untuk seorang pedagang.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup