Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 02:30 WIB
Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin

Kremlin, Jumat (30/1) lalu, kedatangan tamu penting dari Timur Tengah. Vladimir Putin menyambut Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam sebuah pertemuan tertutup. Pertemuan ini, seperti dilaporkan AFP, digelar di tengah situasi yang benar-benar genting bagi Teheran.

Lewat situs resminya, Kantor Kepresidenan Rusia hanya memberikan pernyataan singkat.

"Kepala Negara menerima kedatangan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran Ali Larijani dalam lawatannya ke Rusia, di Kremlin."

Latar belakangnya jelas: Iran sedang terpojok. Baru saja gelombang protes besar-besaran mereda dengan korban jiwa yang tak sedikit, kini ancaman dari Washington kian nyata. Tekanan datang dari segala penjuru.

Ancaman paling konkret, mungkin, adalah armada laut Amerika Serikat yang sudah bersiaga. Gugus Tugas itu dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, dikawal sejumlah kapal perusak dan kapal selam. Keberadaan mereka di perairan Timur Tengah adalah pesan yang tak perlu diterjemahkan ulang.

Namun begitu, Iran tampaknya tak berniat mundur. Mereka bahkan sudah mengeluarkan peringatan keras, bukan cuma untuk AS, tapi juga untuk sekutu-sekutu regionalnya.

Peringatan itu disampaikan dengan gamblang oleh Mohammad Akbarzadeh, wakil politik pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Negara-negara tetangga adalah teman kita," katanya, seperti dikutip AFP pada Rabu (28/1).

Tapi kalimat berikutnya tegas dan tanpa basa-basi: "Jika tanah, langkah, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap sebagai musuh."

Dalam kondisi seperti inilah kunjungan Larijani ke Moskow menjadi sangat berarti. Sebuah pertemuan yang penuh muatan, mencari solusi di tengah ketegangan yang hampir-hampir tak tertahankan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler