Kremlin, Jumat (30/1) lalu, kedatangan tamu penting dari Timur Tengah. Vladimir Putin menyambut Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam sebuah pertemuan tertutup. Pertemuan ini, seperti dilaporkan AFP, digelar di tengah situasi yang benar-benar genting bagi Teheran.
Lewat situs resminya, Kantor Kepresidenan Rusia hanya memberikan pernyataan singkat.
"Kepala Negara menerima kedatangan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran Ali Larijani dalam lawatannya ke Rusia, di Kremlin."
Latar belakangnya jelas: Iran sedang terpojok. Baru saja gelombang protes besar-besaran mereda dengan korban jiwa yang tak sedikit, kini ancaman dari Washington kian nyata. Tekanan datang dari segala penjuru.
Ancaman paling konkret, mungkin, adalah armada laut Amerika Serikat yang sudah bersiaga. Gugus Tugas itu dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, dikawal sejumlah kapal perusak dan kapal selam. Keberadaan mereka di perairan Timur Tengah adalah pesan yang tak perlu diterjemahkan ulang.
Artikel Terkait
Duka dan Amarah di Boyolali: Bocah Tewas, Ibu Kritis dalam Perampokan Biadab
Tragedi Lula Lahfah: Tabung Pink dan Misteri Kematian yang Tak Terautopsi
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu
Gibran Lesehan di Ruang Kelas yang Porak-Poranda, Dengarkan Jeritan Guru dan Siswa Korban Banjir