Bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh memang sudah mulai surut. Tapi, dampaknya masih terasa, terutama di jalan-jalan yang jadi urat nadi penghubung antar wilayah. Laporan terbaru dari BNPB menyebutkan, beberapa jalur darat utama masih terputus total. Meski begitu, ada juga titik-titik yang perlahan mulai bisa dilalui.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan penjelasan rinci soal kondisi terkini. Menurutnya, upaya perbaikan terus digenjot di lapangan.
"Status jembatan tersebut masih dalam perbaikan namun sudah fungsional," kata Abdul, Minggu (14/12/2025).
Ia mencontohkan Jalan Nasional Pidie Aceh-Bireuen. Pada 7 Desember lalu, jalan itu masih dalam tahap penanganan darurat. Namun, perkembangan signifikan terjadi enam hari kemudian. Aksesnya akhirnya tersambung kembali berkat dibukanya jembatan Krueng Meurendu.
Di sisi lain, situasi di rute lain belum semuanya mulus. Ambil contoh Jalan Nasional Pidie-Aceh Tengah yang lewat Geumpang-Pameu. Rute itu masih terputus sama sekali. Memang, via Gumpang-Pamue sudah bisa ditembus mobil jenis R4, tapi hanya sampai Kecamatan Rusip Antara. Perjalanan menuju Takengon masih mustahil.
"Sebanyak tiga jembatan putus dan pembersihan besar masih dilakukan antara Kabupaten Pidie menuju Aceh Tengah," katanya.
Lalu, bagaimana dengan konektivitas antar kabupaten lainnya? Untuk ruas Aceh Tengah menuju Nagan Raya via Lhok Seumot-Jeuram, kabarnya sudah ada angin segar. Akses jalan di perbatasan kedua wilayah itu sekarang bisa dilalui, meski baru untuk kendaraan roda dua seperti sepeda motor. Proses penimbunan oprit dan badan jalan masih terus berlangsung agar bisa menampung kendaraan yang lebih besar. Targetnya, semua rampung pada 17 Desember nanti.
Yang paling membutuhkan kesabaran mungkin adalah kondisi di Gayo Lues. Jalan nasional penghubung menuju Aceh Tenggara via Kutacane masih terputus total sampai sekarang. Di sana, pekerjaan penimbunan oprit dan pemasangan jembatan Bailey masih berjalan siang malam. Target untuk membuka konektivitas penuh di ruas ini baru bisa dicapai pada akhir tahun.
"Target ruas jalan fungsional pada tanggal 30 Desember 2025," jelas Abdul.
Jadi, gambaran besarnya begini: pemulihan berjalan, tapi bertahap. Ada yang sudah bisa dilintasi, ada yang masih tertutup longsoran, dan ada yang mengandalkan jembatan darurat. Perjuangan membuka isolasi di daerah terdampak bencana ini jelas belum usai.
Artikel Terkait
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Rekomendasi Setebal 3.000 Halaman ke Presiden Prabowo