Kota Bekasi kembali berjuang melawan banjir. Kamis pagi (29/1/2026) bukan pagi yang biasa bagi warga di tujuh kecamatan. Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi sejak dini hari, ditambah kiriman air dari daerah hulu, mengubah sejumlah permukiman menjadi kolam berwarna kecokelatan dalam hitungan jam.
Kondisinya cukup parah. Ketinggian air bervariasi dari yang hanya sepergelangan kaki hingga mencapai atap rumah. Menurut Idham Kholid, Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, salah satu titik bahkan terendam hingga kedalaman satu setengah meter.
“Genangan terpantau di beberapa kecamatan dengan ketinggian air bervariasi mulai dari ±10 cm hingga ±150 cm,”
jelas Idham melalui keterangan tertulisnya di hari yang sama.
Dari tujuh kecamatan yang terdampak, banjir menyebar di 15 titik lokasi. Yang menarik, tiga dari lokasi itu terutama menderita karena banjir kiriman, bukan semata hujan lokal.
“Yaitu Kampung Lebak Telukpucung Bekasi Utara, Kampung Lengkak dan Gang Mawar Bekasi Timur,”
tambah Idham merinci.
Di lapangan, situasinya benar-benar beragam. Ambil contoh Jatibening Permai di Pondok Gede. Pukul enam pagi genangan baru setinggi mata kaki, tapi dua jam kemudian air sudah naik drastis mendekati satu meter. Sementara itu, di Kp. Lebak, Bekasi Utara, air langsung merangsek hingga 1,5 meter, memaksa warga segera dievakuasi.
Berikut rincian lokasi-lokasi yang terendam berdasarkan pantauan BPBD:
Artikel Terkait
Presiden Meksiko Turun Tangan, Minta Tiket Tambahan untuk Konser BTS
Eminence Global Pacu Ekspansi, Siapkan Vila Eksklusif Baru di Ciloto
Menteri AS Bantah Keras Isu Intervensi untuk Dongkrak Yen
BMKG Buka Fakta: Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Biang Kerok Banjir