Selasa lalu (27/1), suasana UGD Rumah Sakit Asri Ainun Habibie di Parepare, Sulawesi Selatan, cukup ramai. Tiba-tiba, seorang pria berusia 60 tahun bernama Abdul Rahman datang dengan wajah kesakitan. Jari tengah kirinya membengkak tak karuan, terjepit kuat oleh sebuah cincin logam.
Staf rumah sakit langsung melihat ini bukan perkara biasa. Cincin itu sudah begitu dalam melilit, mustahil dilepas dengan cara konvensional. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memanggil tim Damkar. Soalnya, urusan cincin nyangkut begini butuh alat khusus dan keahlian teknis.
Fransiskus, Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Parepare, mengonfirmasi panggilan darurat itu.
"Kami dapat info dari dokter UGD RS Ainun," katanya. "Ada pasien dengan pembengkakan parah di jari tengah kiri karena cincin."
Begitu tiba, petugas langsung menilai situasi. Kondisinya memang pelik. Jari itu bengkak dan berdarah, daging sudah membalut sebagian logam cincin. Mereka pun menyiapkan gerinda mini, alat yang paling tepat untuk pekerjaan rumit ini.
Namun begitu, prosesnya harus ekstra hati-hati. Bayangkan saja, memotong logam tipis yang menempel di kulit yang bengkak. Satu gesekan salah bisa memperparah luka. Untuk mencegah panas dan rasa sakit, petugas terus-menerus menyirami jari pasien dengan air NaCl selama pemotongan berlangsung.
Lima belas menit yang menegangkan pun berlalu. Dengan ketelitian tingkat tinggi, gerinda mini akhirnya berhasil memutuskan cincin itu. Rasa lega langsung terlihat di ruangan tersebut.
“Alhamdulillah,” ujar Fransiskus menutup cerita. “Dengan penanganan yang sangat hati-hati dari tim kami, cincinnya berhasil dibuka.”
Abdul Rahman pun bisa bernapas lega. Insiden kecil yang berpotensi fatal itu akhirnya berakhir dengan selamat, berkat koordinasi cepat antara rumah sakit dan petugas penyelamat.
Artikel Terkait
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus
Jaksa Agung Lantik Sila H. Pulungan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
Keluarga Nahkoda Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Masih Menanti Kabar