Namun begitu, prosesnya harus ekstra hati-hati. Bayangkan saja, memotong logam tipis yang menempel di kulit yang bengkak. Satu gesekan salah bisa memperparah luka. Untuk mencegah panas dan rasa sakit, petugas terus-menerus menyirami jari pasien dengan air NaCl selama pemotongan berlangsung.
Lima belas menit yang menegangkan pun berlalu. Dengan ketelitian tingkat tinggi, gerinda mini akhirnya berhasil memutuskan cincin itu. Rasa lega langsung terlihat di ruangan tersebut.
“Alhamdulillah,” ujar Fransiskus menutup cerita. “Dengan penanganan yang sangat hati-hati dari tim kami, cincinnya berhasil dibuka.”
Abdul Rahman pun bisa bernapas lega. Insiden kecil yang berpotensi fatal itu akhirnya berakhir dengan selamat, berkat koordinasi cepat antara rumah sakit dan petugas penyelamat.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 27 Kg dan Ribuan Pil di Tangerang
Tim Advokasi Tuding Laporan Polisi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebagai Bagian dari Strategi Pecah Belah Jokowi
Rp 2 Juta Per Kepala: Skandal Suap Izin TKA di Kemnaker Tembus Rp 135 Miliar
Sidang Isbat Digelar 17 Februari, Awal Ramadan 1447 H Segera Ditetapkan