Namun begitu, prosesnya harus ekstra hati-hati. Bayangkan saja, memotong logam tipis yang menempel di kulit yang bengkak. Satu gesekan salah bisa memperparah luka. Untuk mencegah panas dan rasa sakit, petugas terus-menerus menyirami jari pasien dengan air NaCl selama pemotongan berlangsung.
Lima belas menit yang menegangkan pun berlalu. Dengan ketelitian tingkat tinggi, gerinda mini akhirnya berhasil memutuskan cincin itu. Rasa lega langsung terlihat di ruangan tersebut.
“Alhamdulillah,” ujar Fransiskus menutup cerita. “Dengan penanganan yang sangat hati-hati dari tim kami, cincinnya berhasil dibuka.”
Abdul Rahman pun bisa bernapas lega. Insiden kecil yang berpotensi fatal itu akhirnya berakhir dengan selamat, berkat koordinasi cepat antara rumah sakit dan petugas penyelamat.
Artikel Terkait
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran
Anggota DPR dari Berbagai Fraksi Gelar Mudik Gratis Jelang Lebaran 2026
Gubernur Sulsel Lepas Armada Mudik Gratis Mudik Aman, Berbagi Harapan