Menjelang Ramadan, pemerintah punya pekerjaan rumah yang jelas: menjaga harga-harga tetap stabil. Airlangga Hartarto, selaku Menko Perekonomian, menegaskan komitmen itu. Targetnya, inflasi harus sesuai dengan asumsi makro APBN 2026. Yang tak kalah penting, inflasi untuk bahan-bahan pokok harus dipertahankan di angka 3 sampai 5 persen.
“Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, yaitu makanan terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,”
kata Airlangga. Pernyataan itu disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi inflasi di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Nah, untuk mewujudkan hal itu, koordinasi menjadi kunci. Airlangga menyebut akan terus berkomunikasi intens dengan Kementerian Dalam Negeri. Fokus utamanya, soal kelancaran pasokan pangan ke seluruh penjuru negeri.
Ia punya skema. Daerah-daerah yang hasil panennya melimpah, menurutnya, harus bisa mendukung kawasan lain yang kekurangan. “Kemudian logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah, dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai bahan pangan,” jelasnya.
Latar belakang upaya ini cukup jelas. Sebelumnya, BPS merilis data inflasi sepanjang 2025 yang mencapai 2,92 persen secara tahunan. Angka IHK-nya sendiri ada di 109,92.
Kalau dibandingkan, capaian ini memang lebih tinggi. Pada Desember 2024 lalu, inflasi hanya 1,57 persen. Bahkan melampaui posisi Desember 2023 yang sebesar 2,61 persen. Jadi, tekanan untuk menahan laju kenaikan harga jelas terasa.
Artikel Terkait
Saham BRI Tertekan, Dirut Sebut Fundamental Solid dan Imbau Investor Fokus pada Dividen
Pemerintah Targetkan Program B50 Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja pada 2026
ESSA Cetak Laba Bersih Melonjak 131 Persen di Awal 2026, Didorong Kenaikan Harga Amoniak
Powell Tolak Mundur, Pilih Lanjut sebagai Gubernur The Fed Usai Jabatan Ketua Berakhir