Pemerintah Genjot Koordinasi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 14:18 WIB
Pemerintah Genjot Koordinasi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

Menjelang Ramadan, pemerintah punya pekerjaan rumah yang jelas: menjaga harga-harga tetap stabil. Airlangga Hartarto, selaku Menko Perekonomian, menegaskan komitmen itu. Targetnya, inflasi harus sesuai dengan asumsi makro APBN 2026. Yang tak kalah penting, inflasi untuk bahan-bahan pokok harus dipertahankan di angka 3 sampai 5 persen.

“Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, yaitu makanan terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,”

kata Airlangga. Pernyataan itu disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi inflasi di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis lalu.

Nah, untuk mewujudkan hal itu, koordinasi menjadi kunci. Airlangga menyebut akan terus berkomunikasi intens dengan Kementerian Dalam Negeri. Fokus utamanya, soal kelancaran pasokan pangan ke seluruh penjuru negeri.

Ia punya skema. Daerah-daerah yang hasil panennya melimpah, menurutnya, harus bisa mendukung kawasan lain yang kekurangan. “Kemudian logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah, dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai bahan pangan,” jelasnya.

Latar belakang upaya ini cukup jelas. Sebelumnya, BPS merilis data inflasi sepanjang 2025 yang mencapai 2,92 persen secara tahunan. Angka IHK-nya sendiri ada di 109,92.

Kalau dibandingkan, capaian ini memang lebih tinggi. Pada Desember 2024 lalu, inflasi hanya 1,57 persen. Bahkan melampaui posisi Desember 2023 yang sebesar 2,61 persen. Jadi, tekanan untuk menahan laju kenaikan harga jelas terasa.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar