Ia menegaskan, “Ini jauh lebih kuat, jalur yang jauh lebih kuat.” Klaimnya, gold card ini merupakan penyempurnaan dari kartu hijau atau green card yang selama ini dikenal sebagai izin tinggal tetap.
Di sisi lain, Trump punya alasan tersendiri. Ia melihat program ini sebagai magnet untuk menarik talenta-talenta papan atas dari seluruh dunia agar betah di AS. Tak hanya itu, dari segi pendapatan negara, jelas ini merupakan sumber pemasukan yang tak kecil. Sudah berbulan-bulan ia menggaungkan ide ini, meski angka yang disebutkan sempat berubah-ubah. Awalnya, Trump bicara angka fantastis: lima juta dolar per kartu. Ternyata, angka finalnya turun drastis menjadi satu atau dua juta dolar seperti yang kita dengar sekarang.
Luncurnya gold card ini tentu membuka babak baru dalam kebijakan imigrasi AS. Reaksinya beragam, dari yang melihatnya sebagai terobosan hingga yang mengkritiknya sebagai kebijakan yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu. Bagaimanapun, program ini sudah resmi berjalan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Gubernur DKI Resmikan Program Bedah Rumah, Targetkan 663 Unit pada 2026
Penasihat Gedung Putih Tegaskan Ekonomi AS Tak Tergoyahkan Meski Biaya Perang Capai 12 Miliar Dolar
MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs, Permohonan Dinilai Tidak Jelas