Pertemuan bilateral itu sendiri, menurut Prabowo, berjalan sangat produktif. Dialog intensif menghasilkan sejumlah kesepakatan di berbagai bidang. Tak cuma itu, mereka juga membahas isu-isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.
Di sisi lain, Prabowo menekankan ada benang merah kuat yang menghubungkan Indonesia dan Pakistan. Nilai-nilai yang sama, kepentingan strategis yang sejalan. “Kita berdua adalah mungkin negara Muslim terbesar di dunia,” ungkapnya.
Namun begitu, ia punya catatan penting.
“Islam kita adalah Islam yang moderat, yang mengedepankan inklusivitas, toleransi,” jelas Prabowo. Ia melihat hubungan historis dan persaudaraan antara kedua negara sudah terbukti sangat kokoh, dan itu jadi landasan yang tak tergoyahkan untuk kerja sama ke depan.
Nuansa hangat dan saling menghormati jelas terasa sepanjang kunjungan ini. Dari pengawalan jet tempur di langit hingga jabat tangan di lapangan terbang, semuanya mengisyaratkan hubungan yang sedang menguat.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Menteri Agama Pimpin Langsung
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan
Minyak Kita Rp18.000, Amran Geruduk Pasar Padalarang