Gambar-gambar yang diunggah di Telegram itu suram. Sebuah bangunan hangus terbakar, asap masih mengepul dari tumpukan puing, dan terlihat mayat-mayat yang hangus. Adegan mengerikan itu adalah dampak dari serangan drone yang mengguncang desa Khorly, di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia, pada Kamis (1/1/2026).
Vladimir Saldo, gubernur yang ditunjuk Moskow untuk wilayah itu, mengklaim serangan itu menewaskan 24 orang. Korban luka, katanya, lebih dari 50 orang.
“Tiga pesawat tak berawak menyerang sebuah kafe dan hotel di pantai Laut Hitam di Khorly,” tulis Saldo di saluran Telegram-nya, seperti dilaporkan AFP.
“Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka, dan 24 orang tewas.”
Artikel Terkait
JK Bantah Tudingan Danai Upaya Persoalkan Ijazah Jokowi, Akan Laporkan ke Bareskrim
Presiden Prabowo Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur
Ahli: Konsumsi BBM Berlebih Picu Bencana Iklim dan Ancaman bagi Generasi Mendatang
SBY Desak PBB Tarik Pasukan Perdamaian dari Zona Perang Lebanon Usai Tiga Prajurit TNI Gugur