"Jadi kami mohon masyarakat untuk bisa bersabar menunggu supply LPG dari multimoda ini,” kata Ari. Ia berharap langkah ini bisa memenuhi kebutuhan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
Menurut Ari, upaya ini bukan hal mudah. Butuh koordinasi ketat. "Kami sudah bekerja keras dengan tim dan berkoordinasi ke berbagai pihak untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pengangkutan menggunakan kapal laut," tuturnya. Komitmennya jelas: menjaga pasokan energi, baik LPG maupun BBM, agar tak putus di tengah bencana.
Dukungan juga datang dari jajaran komunikasi perusahaan. Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, menegaskan kesiapan tim di lapangan.
"Pasokan energi dilakukan melalui berbagai moda transportasi. Seluruh personel Pertamina juga siaga untuk melayani kebutuhan masyarakat, sebagai komitmen Pertamina menjaga ketahanan energi termasuk di wilayah tersulit," ungkap Fahrougi.
Jadi, meski alam sedang tak bersahabat, distribusi bahan bakar pokok tetap diupayakan lancar. Semua personel dikerahkan. Moda transportasi dikombinasikan. Intinya, agar dapur warga Aceh utara tetap bisa ngebul.
Artikel Terkait
Menyusuri Jejak Sukawana: Saat Gunung Tangkuban Perahu Berbisik Cerita
Kredit Bank Melonjak 9,3% di Akhir 2025, Investasi dan Properti Jadi Pendorong
Jaecoo J5 Mulai Dirakit Lokal, Pemesanan Tembus 10.000 Unit
Sabtu Mendatang, Jabodetabek Diselimuti Awan Tebal dan Potensi Hujan Disertai Petir