Zulkifli Hasan Buka Suara: Gotong Beras Bukan Pencitraan, Ini Kebiasaan Sejak Kecil

- Senin, 08 Desember 2025 | 17:40 WIB
Zulkifli Hasan Buka Suara: Gotong Beras Bukan Pencitraan, Ini Kebiasaan Sejak Kecil

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, akhirnya angkat bicara. Sorotan publik yang menyebut aksinya memanggul karung beras sebagai pencitraan tak ia diamkan begitu saja. Bagi Zulhas, panggilan akrabnya, aktivitas itu jauh dari kata pencitraan. Ia bilang, itu sudah jadi kebiasaan sejak kecil.

"Saya di perintah Ibu saya almarhum, tiap hari itu harus memberikan bantuan. Saya setiap hari harus memberi. Itu kebiasaan mulai kecil, susah maupun senang, saya mulai 6 tahun 7 tahun, biasa berbagi,"

Ucapnya di sebuah acara di Jakarta, Senin lalu. Suaranya terdengar tenang, meski topiknya sedang ramai diperbincangkan.

Menurutnya, membagikan beras itu sudah seperti rutinitas. Setiap kali ia turun ke daerah, selalu ada saja yang dibagikan. "Setiap saya ke daerah saya memang bagi beras, biasa saya gotong beras, biasa. Biasa 500 (kg), 100 (kg), 5 kg, saya biasa itu, saya bagi, biasa," jelasnya lagi. Ia seolah ingin menegaskan bahwa ini bukan hal yang dibuat-buat untuk kamera.

Di sisi lain, Zulhas punya pesan lain yang lebih penting. Ia mengajak semua pihak untuk tidak terpancing emosi atau kontroversi. Fokusnya, kata dia, harusnya pada bantuan untuk mereka yang terdampak musibah.

"Yang paling penting saya mengajak kita jangan marah-marah, jangan cuma emosi, mari kita bantu saudara-saudara kita yang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Satu rupiah pun penting bagi mereka, satu karung beras pun penting, apa saja,"

Ia menutup dengan harapan. "Bantulah saudara-saudara kita yang ada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Mudah-mudahan itu bisa meringankan beban mereka.”

Pesan itu ia sampaikan bukan sebagai menteri, tapi lebih seperti ajakan dari seseorang yang memang terbiasa berbagi. Entah publik akan percaya atau tidak, Zulhas sudah menyampaikan alasannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar