Pernyataannya itu ia sampaikan menanggapi pertanyaan soal upaya memperbaiki infrastruktur dan rumah warga. Menurut Bima, proses pendataan di tingkat daerah ini harus benar-benar tuntas dulu. Kenapa? Soalnya, data ini nanti jadi dasar yang sangat krusial.
Alokasi anggaran untuk perbaikan, misalnya, sangat bergantung pada hasil pendataan itu. Bantuan bisa datang dari mana saja dari kas provinsi sendiri, dari pemerintah pusat melalui kementerian, bahkan dari sumbangan provinsi lain.
"Jadi nanti jelas, mana yang bisa dibantu anggaran provinsi, mana yang butuh campur tangan pusat," tambahnya.
Di sisi lain, gelombang solidaritas sudah mulai mengalir. Bima menyebut setidaknya sudah 11 provinsi yang menyalurkan bantuan. Namun begitu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid. Agar semua bantuan, baik dana maupun material, benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Semua masih dalam proses. Tapi upaya untuk membenahi yang rusak tampaknya sudah mulai menemui ritmenya.
Artikel Terkait
Waspada Guyuran dan Angin Kencang, Jabodetabek Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Jakarta Diguyur Hujan, Warga Diimbau Waspada Genangan
DLH Buka Suara Soal Keluhan Bau dari RDF Plant Rorotan
Capgemini Lepas Anak Usaha AS Usai Ditekan Parlemen Prancis Soal Kontrak ICE