"Jadi saya mempertimbangkan tidak hanya dengan engine. Tetapi juga kombinasi frame yang ada," jelasnya.
Keputusan ini ternyata membawa dampak positif. Hasilnya, bobot motor turun sekitar 300 gram dibanding generasi sebelumnya. Memang sih, angkanya tidak besar, tapi buat manuver di jalanan padat, setiap gram yang berkurang pasti terasa. Pengendalian jadi lebih ringan dan responsif.
Di sisi lain, Honda juga tak lupa menyuntikkan sejumlah pembaruan lain. Desain bodi dibuat lebih tajam dan agresif, lampu depan-belakang direvisi. Untuk urusan kenyamanan, fitur smart key dan port USB Type C sekarang jadi standar di semua varian. Cukup praktis untuk gaya hidup sekarang.
Lalu, bagaimana dengan mesinnya? Tenang, Vario 125 tetap mengandalkan mesin 125 cc berpendingin cairan (liquid-cooled) eSP. Yang menarik, efisiensinya diklaim lebih baik. Hasil uji internal Honda menyebutkan, motor ini bisa mencapai 51,7 km per liter. Angka yang cukup menggiurkan, apalagi di tengah harga BBM yang naik turun.
Jadi, meski tanpa rangka eSAF, pilihan Honda ini rupanya hasil pertimbangan matang. Mereka lebih memilih kecocokan teknis yang menghasilkan paket kompak dan ringan, ketimbang sekadar mengejar spesifikasi yang terdengar mentereng.
Artikel Terkait
Juda Agung Resmi Mundur, BI Siapkan Pengganti Jelang Pengumuman Suku Bunga
BPKB Elektronik Resmi Dijajal, Mobil Baru Wajib Pakai Chip Mulai 2027
Korlantas Pacu Digitalisasi, e-BPKB Wajib untuk Semua Mobil Baru pada 2027
Izin Tambang dan Alih Fungsi Hutan Diduga Picu Banjir Besar di Sumatera