Sekolah, tempat ibadah, jembatan semua ikut menjadi korban. Persentase kerusakannya cukup mencengangkan. Hampir separuh fasilitas pendidikan rusak, sekitar 42,5 persen. Jembatan yang rusak mencapai 39,34 persen, sementara tempat ibadah yang terdampak sekitar 16,97 persen. Fasilitas kesehatan juga tak luput, meski persentasenya lebih kecil.
Di sisi lain, gelombang pengungsian massal tak terhindarkan. Jumlahnya luar biasa besar. Di Sumatera Barat, pengungsi tercatat 106.200 orang. Naik drastis di Sumatera Utara dengan 538.000 orang. Puncaknya di Aceh, di mana sekitar 1,5 juta warga terpaksa mengungsi.
Kalau dilihat dari total warga yang terdampak secara keseluruhan, skalanya benar-benar masif. Angkanya mencapai 3,3 juta jiwa yang tersebar di ketiga provinsi. Aceh dan Sumatera Utara masing-masing mencatat sekitar 1,5 juta dan 1,7 juta orang terdampak. Sementara Sumatera Barat, meski jumlah pengungsinya lebih kecil, tetap mencatat 141.800 orang yang hidupnya terusik oleh bencana ini.
Kondisinya masih sangat suram. Pencarian korban hilang terus dilakukan, sementara bantuan logistik dan perbaikan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat untuk waktu yang lama ke depan.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar