Begitu bunyi keterangan resmi dari Brimob Polda Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025) lalu.
Guncangan emosi pasti luar biasa. Tapi, dalam duka yang mendalam, sang anggota justru menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Dia memilih untuk tetap melanjutkan tugas, bersama rekan-rekannya, dengan penuh hormat mengangkat jenazah sang ibu ke ambulans yang menunggu.
Pihak Brimob pun mengakui ketegaran hati anak buahnya. Mereka menulis, "Meski hati ikut berduka, para personel tetap menjalankan tugas dengan penuh hormat dan keteguhan."
Sebuah gambaran nyata tentang pengorbanan di lapangan. Di balik seragam dan tugas, mereka adalah manusia dengan cerita dan rasa sakitnya sendiri. Peristiwa di Sibolga ini mengingatkan kita semua akan betapa beratnya pilihan yang harus dihadapi para penolong di garis depan bencana.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar