Pengadilan Paris Paksa PSG Bayar Rp1,2 Triliun ke Mbappe

- Rabu, 17 Desember 2025 | 12:30 WIB
Pengadilan Paris Paksa PSG Bayar Rp1,2 Triliun ke Mbappe

Pengadilan tenaga kerja Paris baru saja memutuskan perkara yang mengguncang dunia sepak bola. Mereka memerintahkan Paris Saint-Germain untuk membayar mantan bintang mereka, Kylian Mbappe, senilai 60 juta euro. Kalau dirupiahkan, angkanya fantastis: sekitar Rp1,2 triliun.

Keputusan ini, seperti dilaporkan AFP Rabu lalu, intinya untuk menutupi gaji dan bonus yang konon belum pernah dibayarkan klub kepada sang pemain. Tapi, jangan bayangkan ini akhir dari cerita. Perseteruan hukum antara kedua belah pihak masih panjang dan berliku.

Faktanya, bulan sebelumnya, Mbappe dan PSG justru saling menggugat. Gugatan itu bernilai ratusan juta euro, berpusat pada masalah kontrak menjelang kepindahan Mbappe ke Real Madrid di musim panas 2024.

Di satu sisi, tim pengacara Mbappe bersikukuh bahwa PSG masih punya utang besar. Klaim mereka bahkan mencapai lebih dari 260 juta euro. Mereka juga menyebut ada unsur tekanan yang dialami Mbappe sebelum akhirnya memutuskan hengkang.

“Klien kami mengalami tekanan sebelum kepindahannya,” begitu kurang lebih tuduhan dari kubu Mbappe.

Namun begitu, PSG sama sekali tak tinggal diam. Klub asal ibu kota Prancis itu malah balik menuntut sang megabintang sebesar 440 juta euro. Alasan mereka, kepergian Mbappe dengan status bebas transfer telah menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi klub.

Nah, keputusan pengadilan tadi sebenarnya masih bisa dibanding. Artinya, pertarungan hukum ini kemungkinan besar belum berakhir. Kedua belah pihak masih punya banyak ruang untuk berseteru.

Kalau kita tilik ke belakang, akar masalahnya sudah muncul sejak 2023. Saat itu, Mbappe memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan habis di 2024. Keputusan ini tentu saja pukulan telak bagi PSG, yang berarti kehilangan peluang meraup uang transfer yang jumlahnya bisa selangit.

Akibatnya, situasi pun memanas. Mbappe sempat disingkirkan dari tur pramusim dan hanya boleh berlatih dengan kelompok pemain cadangan. Dia juga absen di laga pembuka liga. Tapi, setelah melalui sejumlah diskusi internal, akhirnya dia kembali diturunkan. Drama di lapangan hijau ternyata berlanjut ke meja hijau pengadilan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler