Muhammadiyah Tanam Pohon Langka di Tanah Wakaf untuk Selamatkan Bumi

- Rabu, 03 Desember 2025 | 01:55 WIB
Muhammadiyah Tanam Pohon Langka di Tanah Wakaf untuk Selamatkan Bumi

Sabtu lalu, tepat di Hari Menanam Pohon, suasana di beberapa titik di Indonesia tampak berbeda. Relawan dari Muhammadiyah sibuk menggali tanah, menyiapkan bibit, dan menanam harapan. Mereka melaksanakan aksi penanaman pohon langka secara serentak, sebuah gerakan yang jadi bagian dari "Kado Hijau Milad Muhammadiyah". Lokasinya tersebar di Lebak (Banten), Mataram (NTB), Kendari (Sultra), dan Gunungkidul (DIY). Rencana awal sebenarnya mencakup Sumatera Utara juga, tapi sayangnya, banjir memaksa kegiatan di sana ditunda.

Menurut sejumlah saksi, antusiasme peserta cukup tinggi. Unsur pendidikan Muhammadiyah, mulai dari kampus sampai sekolah, jadi tulang punggung aksi ini. Mereka tak menanam di sembarang tempat. Semua kegiatan dipusatkan di tanah wakaf dan aset milik persyarikatan Muhammadiyah sendiri. Jadi, selain menghijaukan, mereka juga menghidupkan fungsi ekologis aset yang dimiliki.

Lalu, pohon apa yang ditanam? Ini bukan pohon biasa. Bibitnya disuplai oleh Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), terdiri dari jenis-jenis yang nyaris punah dan punya nilai konservasi tinggi. Beberapa bahkan endemik daerah setempat, yang populasinya terus tergerus alih fungsi lahan. Dengan memilih spesies langka, Muhammadiyah jelas ingin ambil peran nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati kita yang semakin terancam.

Di sisi lain, banjir di Sumatera Utara jadi pengingat bahwa alam punya caranya sendiri. Penundaan di sana, meski disayangkan, adalah langkah wajib. Keselamatan relawan dan warga harus diutamakan.

“Kegiatan ini adalah ikhtiar nyata Muhammadiyah untuk mitigasi perubahan iklim dan konservasi hutan,” ujar M. Azrul Tanjung, Ketua MLH PP Muhammadiyah, pada Selasa (2/12/2025).

Ia menegaskan, menanam pohon bukan sekadar seremoni belaka. Ini adalah strategi jangka panjang.

“Melalui penanaman pohon langka, kita membantu memulihkan kawasan kritis sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Azrul juga menyebut bahwa kegiatan di Sumut akan dijadwalkan ulang begitu kondisi membaik. Itu janjinya.

Di lokasi-lokasi lain, aksi tanam ini dibarengi dengan sosialisasi. Peserta, termasuk banyak pelajar, diedukasi tentang ciri-ciri pohon langka, manfaatnya bagi lingkungan, dan cara merawatnya agar tumbuh subur. Harapannya, pengetahuan ini tak berhenti di teori.

Gerakan ini sebenarnya punya napas yang lebih panjang. Ia dirancang sebagai gerakan nasional yang melibatkan semua unsur di tubuh Muhammadiyah. Targetnya jelas: bukan sekadar menanam, tapi juga merawat dan memantau pertumbuhan pohon-pohon itu ke depannya.

Pada akhirnya, bagi Muhammadiyah, ini lebih dari sekadar penghijauan. Ini adalah bentuk dakwah untuk menjaga ciptaan Tuhan. Di tengah krisis iklim yang makin terasa, membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan alam adalah sebuah keharusan. Momentum dari aksi serentak ini diharapkan bisa menguatkan aksi lingkungan berbasis komunitas dan mempertegas kontribusi mereka untuk bumi yang lebih berkelanjutan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar