Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran telah mengakibatkan korban jiwa di kalangan sipil. Jumlahnya, menurut laporan yang beredar, mencapai ratusan orang. Sasaran serangan ini disebut-sebut adalah fasilitas nuklir dan rudal balistik, tak luput juga sejumlah petinggi pemerintahan.
Amir Saeid Iravani, Utusan Iran untuk PBB, langsung membawa persoalan ini ke meja Dewan Keamanan. Dalam pengaduannya, Iravani tak ragu menuding Amerika Serikat.
Negara itu, katanya, telah jelas-jelas melanggar hukum internasional. Bahkan, ia menyebut pihak AS layak dicap sebagai penjahat perang atas aksi ini.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih tegang. Serangan yang terjadi bukan hanya soal angka korban, tetapi telah memicu gelombang kecaman dan kekhawatiran baru mengenai stabilitas kawasan. Menurut sejumlah saksi, dampaknya terasa luas dan meninggalkan kepiluan mendalam bagi keluarga korban.
Namun begitu, respons dari pihak yang dituding masih dinantikan. Insiden ini, seperti yang kerap terjadi, kembali mempertajam ketegangan lama yang seakan tak kunjung menemui titik terang.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Imbas Gangguan Sistem PPDB, Pengelolaan Dialihkan ke Diskominfo
Xi dan Kim Sepakat Perdalam Kerja Sama di Tengah Kekhawatiran Beijing atas Kedekatan Pyongyang dengan Moskow
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Ekstrem dan Tekan Impor BBM
Empat Prajurit TNI Divonis Ringan karena Jujur dan Menyesal dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS