Intinya, bagi PNM, urusan kesejahteraan karyawan bukan cuma soal gaji dan tunjangan. Lebih dari itu, bagaimana membuat setiap insan di dalamnya merasa dihargai dan kontribusinya diakui. Nah, ketika integritas dan kerja keras mendapat apresiasi nyata, secara alami terbentuklah standar perilaku positif yang ingin dipertahankan bersama di lingkungan kerja.
Di sisi lain, reward untuk segelintir orang ini diharapkan bisa memicu efek domino. Menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya untuk turut berkembang, memperkuat rasa peduli, dan menciptakan atmosfer positif yang katanya bisa menular.
Perasaan bangga dan haru itu jelas terasa pada diri para penerima reward, seperti Djoice dari Unit Mekaar Merauke. Baginya, ini adalah buah dari kerja keras yang tak disangka-sangka.
“Terima kasih banyak. Saya tidak menyangka bahwa disiplin, kerja keras, dan kejujuran saya membuahkan hasil yang membanggakan bagi saya dan keluarga saya,” katanya dengan penuh syukur.
Djoice juga berharap rekan-rekannya bisa merasakan hal serupa. “Saya yakin teman-teman saya di Merauke dapat merasakan hal seperti saya juga.”
Jadi, program ini lebih dari sekadar tiket pesawat dan hotel. Ini tentang pengalaman, pengakuan, dan cara perusahaan mengatakan terima kasih yang akan diingat jauh lebih lama.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar