Kalimantan Barat jadi lokasi pertama program terbaru BNPP RI. Namanya BNPP MENYALA, singkatan dari Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa. Intinya, badan itu ingin ngobrol langsung dengan para calon birokrat muda soal kompleksnya urusan perbatasan.
Acara perdana digelar di IPDN Kampus Kalimantan Barat, Selasa lalu. Ini cikal bakal rangkaian sosialisasi yang rencananya bakal menjangkau delapan ibu kota provinsi perbatasan. Pesertanya? Para praja IPDN dan mahasiswa dari berbagai kampus negeri.
Forumnya sendiri dibuat santai tapi serius. Tujuannya jelas: membuka ruang diskusi langsung antara BNPP dengan para praja. Lewat pendekatan ini, berbagai tantangan, dinamika, sampai peluang pembangunan di kawasan terdepan Indonesia bisa dibicarakan lebih cair.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, hadir dan menyampaikan pesan kunci. Menurutnya, mengelola perbatasan itu bukan pekerjaan biasa. Butuh aparatur yang paham lintas sektor dan punya kemampuan koordinasi mumpuni.
Begitu tegas Makhruzi dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Materi yang dibahas cukup beragam. Mulai dari pengenalan batas wilayah, konsep pengelolaan, peran penting Pos Lintas Batas Negara (PLBN), sampai isu-isu aktual yang lagi hangat. Makhruzi juga menekankan, kehadiran negara di perbatasan bukan cuma urusan administrasi belaka. Lebih dari itu, untuk menjaga dan memupuk nasionalisme warga di tapal batas.
Artikel Terkait
Imigrasi Beri Opsi Izin Tinggal Khusus bagi WNA Terdampak Pembatalan Penerbangan Timur Tengah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Jadi Kepala Daerah ke-8 Terjaring OTT Sejak 2025
Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Bagian dari Strategi Diplomasi Ekonomi
Hujan Deras Putuskan Akses Jalan dan Listrik, Dusun Wana di Palu Terisolasi