Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipularang. Selasa (2/12/2025) siang tadi, sekitar pukul 13.40 WIB, sebuah tabrakan beruntun melibatkan sembilan kendaraan di kilometer 111 arah Jakarta. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Kepala Induk PJR Tol Cipularang, Kompol Joko Prihantono, total ada enam korban dalam insiden ini.
“Kami laporkan jumlah kendaraan terlibat sembilan (unit). Jumlah korban enam, satu meninggal dunia lima luka ringan,” jelas Joko saat dikonfirmasi.
Para korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kawaluyan di Padalarang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, kondisi lalu lintas sempat mengalami kemacetan parah sebelum akhirnya bisa dipulihkan oleh petugas.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan ini berawal dari sebuah truk Mitsubishi Fuso yang melaju dari Bandung menuju Jakarta. Nah, di sinilah masalahnya muncul.
“Menurut keterangan pengemudi, kendaraan mengalami gangguan fungsi rem,” papar Joko Prihantono.
Ia menambahkan, karena rem bermasalah, pengemudi truk itu pun kehilangan kendali. Truk kemudian menghantam kendaraan di depannya, dan terjadilah tabrakan beruntun yang menghancurkan itu.
Daftar kendaraan yang rusak parah cukup panjang: Toyota Calya B 1387 HZI, Avanza D 1074 AFP, Honda H-RV, dua unit Toyota Innova (B 1819 RYB dan D 1144 AJZ), sebuah Toyota Hiace B 7295 SAA, Honda Jazz D 1279 AKU, ditambah truk Mitsubishi Fuso Z 9256 HA dan sebuah truk boks bernopol D 8753 XZ. Pemandangan di lokasi benar-benar porak-poranda.
Insiden ini kembali menyoroti betapa krusialnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama untuk kendaraan berat yang melintasi tol padat seperti Cipularang. Satu nyawa telah melayang, dan beberapa keluarga pasti berduka.
Artikel Terkait
Petugas Gabungan Tangkap 217 Kg Ikan Sapu-Sapu di Waduk Bojong dan Kali Pesanggrahan Jakarta Barat
Manchester United Dekati Zona Liga Champions, Carrick Enggan Bicara Kontrak
Polisi Bekuk Empat Begal di Gunung Sahari, Sita Celurit dan Dua Motor
Menkeu Purbaya: Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong karena Ada Dugaan Penyimpangan