Suasana di Bentara Budaya, Jakarta, tampak hidup dan penuh semangat. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, baru saja membuka Pameran Seni Rupa bertajuk 'Satu Tanah, Seribu Ketangguhan'. Ini bukan kerja sama pertama. Kolaborasi antara Bentara Budaya Jakarta dan ASTRA ini sudah yang keempat kalinya, dan sekali lagi mereka menunjukkan komitmennya untuk menjadikan seni sebagai perekat bangsa.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa pameran ini adalah wujud dari tanggung jawab kolektif. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi urusan kita semua untuk memajukan kebudayaan Indonesia.
"Segala macam usaha untuk memajukan kebudayaan nasional merupakan tanggung jawab bersama," tegas Fadli melalui keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat (21/11/2025).
Ia juga mendorong agar kegiatan semacam ini terus digalakkan. Tujuannya jelas: agar karya-karya para pegiat budaya tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tapi juga melanglang buana, mendapat pengakuan di panggung internasional. "Di tengah peradaban ini, kita harus berupaya mendorong semangat kebudayaan Indonesia, sehingga karya-karya perupa kita ini bisa lebih muncul, dikenal, dan mendapatkan apresiasi di panggung seni rupa nasional maupun dunia," paparnya lebih lanjut.
Menutup sambutannya, Menteri berharap pameran ini bisa jadi ruang untuk berefleksi. Juga, tentu saja, untuk memicu kolaborasi yang lebih erat antar seluruh pelaku seni. "Saya yakin seni rupa kita akan semakin maju dengan kolaborasi semua pihak. Bukan hanya dari pemerintah, tapi juga sektor swasta yang sangat peduli terhadap pemajuan kebudayaan Indonesia," ucapnya dengan penuh keyakinan.
Di sisi lain, kurator pameran, M. Hilmi Faiq, punya cara yang lebih puitis dalam memaknai acara ini. Menurutnya, setiap karya yang terpajang adalah cerminan dari sebuah optimisme yang tak mudah patah.
"Karya-karya di sini memunculkan optimisme bahwa kita, para pegiat budaya merupakan insan yang tangguh seperti tanah. Kita akan bangkit lagi ketika rusak, dan memulihkan diri sendiri ketika hancur," imbuh Hilmi, menggambarkan ketangguhan yang menjadi roh dari pameran ini.
Sementara dari pihak sponsor, dukungan juga datang dengan kuat. Elmeirillia Lonna, Head of Communications Management System and Partnership PT ASTRA International, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang mereka.
"Bersama Bentara Budaya Jakarta, pameran ini merupakan salah satu bentuk komitmen jangka panjang Astra dalam mendukung karya seni di Indonesia," ungkap Elmeirillia.
Pameran ini sendiri memamerkan karya dari 27 perupa tanah air. Beberapa nama di antaranya adalah Anjastama, Alfiah Rahdini, Asmara Wreksono, Cecil Mariani, Don Bosco, Jitet Konstanz, Lena Guslina, dan Nanang Widjaya. Juga hadir karya dari Rabiatul Asqiah, Saskia Gita Sakanti, Tamar Saraseh, hingga Walid Basalamah dan Zakka Nurul Giffani Hadi.
Acara pembukaan kemarin juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Glory Oyong dari Kompas Gramedia, Haryo Damardono Pemimpin Redaksi Harian Kompas, serta Ninuk Mardiana Pambudy dan Ilham Khoiri dari Bentara Budaya. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa dukungan untuk dunia seni rupa Indonesia datang dari berbagai penjuru.
Artikel Terkait
Evaluasi Kementerian PAN-RB: Fleksibilitas Kerja ASN Efisienkan Anggaran Rp2 Triliun Tanpa Turunkan Kualitas Layanan
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Akan Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Prancis
Keluarga Bantah Anggi Punya Hubungan Asmara dengan Pembunuh, Pacar dari Makassar Sudah Siap Lamar
Lonjakan Penumpung KA di Jakarta Capai 38.666 Orang pada Puncak Libur Iduladha