Pelukan Haru di Pengungsian, Prabowo Tinjau Langsung Korban Bencana

- Senin, 01 Desember 2025 | 15:25 WIB
Pelukan Haru di Pengungsian, Prabowo Tinjau Langsung Korban Bencana

Senin pagi itu, GOR Pandan di Tapanuli ramai oleh aktivitas. Presiden Prabowo Subianto tiba untuk meninjau langsung kondisi pengungsian warga terdampak bencana. Langkah pertamanya adalah mendatangi dapur lapangan yang dikelola TNI-Polri, memastikan proses memasak untuk ribuan pengungsi berjalan lancar.

Suasana haru pun tak terhindarkan. Begitu masuk ke dalam gedung, suara riuh anak-anak menyambutnya. "Selamat datang Bapak, selamat datang Bapak kami ucapkan," seru mereka kompak. Tak sedikit yang berebut ingin bersalaman. "Pak salim Pak," terdengar dari antara kerumunan.

Namun, momen paling menyentuh justru datang dari seorang ibu. Tanpa banyak bicara, ia langsung memeluk Prabowo erat-erat sambil menitikkan air mata. Presiden pun membalas dengan menanyakan kabarnya. "Ibu sehat ya," tanyanya dengan lembut, saat ibu tersebut sedang memeriksakan kesehatannya di posko bencana itu.

Kunjungan ini bukan satu-satunya. Selain ke Tapanuli, Prabowo juga berencana melihat langsung kondisi di Medan dan Aceh. Tapi di lokasi pertama ini, ia sudah menekankan poin penting. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah yang paling sulit terjangkau.

"Tadi saya baru dari Tapanuli Tengah," ujar Prabowo.

"Prioritas kita bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan, terutama BBM yang sangat penting. Ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah kita bisa tembus."

Soal pemulihan listrik, ia juga memberi kabar baik. Meski butuh usaha ekstra, upaya perbaikan jaringan sedang digenjot. "Listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya," tambahnya penuh keyakinan.

Di akhir kunjungan, Prabowo tak lupa mengapresiasi kerja keras semua pihak. Instansi terkait, relawan, hingga TNI-Polri ia puji karena dinilai bergerak cepat dan tepat dalam menyalurkan bantuan. Kerja sama itu, katanya, yang menjadi kunci di tengah situasi sulit seperti sekarang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar