Jaecoo Tantang Pasar dengan SUV Listrik Rp 249 Juta, Masihkah Disebut Premium?

- Senin, 01 Desember 2025 | 05:36 WIB
Jaecoo Tantang Pasar dengan SUV Listrik Rp 249 Juta, Masihkah Disebut Premium?

"Saya rasa harga itu diterima sangat baik oleh pasar. Sampai saat ini, pesanan masih terus mengalir. Produk ini sukses, menurut kami. Akumulasinya, kami targetkan bisa mengirimkan 10 ribu unit pada Februari 2026 nanti," tambah Jim.

Menurut Jim, pasar mobil listrik saat ini banyak diisi model kecil dengan harga miring. Namun begitu, ada kebutuhan lain yang belum banyak terjawab: konsumen urban dan suburban yang butuh kendaraan dengan proporsi lebih besar dan ground clearance yang tinggi untuk menghadapi beragam kondisi jalan.

Nah, di celah inilah Jaecoo mencoba masuk. Mereka menghadirkan SUV listrik dengan harga kompetitif. Dimensinya yang besar ditambah jarak tempuh yang memadai menjadi nilai jual tambah yang membuatnya relevan untuk konsumen Indonesia.

"Ini adalah SUV dengan desain kotak yang timeless, sesuatu yang baru di Indonesia, apalagi harganya sangat kompetitif. Kami perhitungkan kondisi jalan, jarak tempuh, dan lain-lain. Akhirnya kami hadirkan SUV dengan dimensi yang proper, bukan mobil kecil. Ini opsi baru," ujarnya.

Dari kacamata strategi perusahaan, keputusan untuk masuk ke rentang harga arus utama adalah langkah yang realistis. Persaingan kendaraan listrik semakin ketat. Indonesia, sebagai pasar yang potensial dengan permintaan yang terus membesar, coba ditembus Jaecoo lewat diversifikasi produk dan ekspansi jaringan.

"Tahun depan kami akan bawa tiga produk baru ini akan jadi kejutan. Jaringan dealer juga akan kami kembangkan agar pelanggan merasa aman. Targetnya 80 dealer pada 2026, dan sampai akhir 2025 sekitar 37 diler akan beroperasi," pungkas Jim.


Halaman:

Komentar