Mobil Listrik Terbakar di Medan, Bobby Nasution Tantang Publik Cek Kepemilikan

- Jumat, 09 Januari 2026 | 15:50 WIB
Mobil Listrik Terbakar di Medan, Bobby Nasution Tantang Publik Cek Kepemilikan

Heboh di media sosial. Sebuah mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N melalap api di Jalan Sei Asahan, Medan Selayang, Rabu (7/1) lalu. Yang bikin ramai, beredar kabar kuat bahwa mobil mewah itu adalah milik Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Isu itu langsung menyebar bak percikan api.

Menanggapi rumor yang beredar, Bobby Nasution bersikap santai. Ia justru mengajak semua pihak untuk mengecek sendiri kebenarannya.

"Ya dicek aja, itu kan pelat mobilnya ada, silahkan dicek aja," ujar Bobby, Kamis (8/1/2026).

Ia kembali menegaskan hal serupa. Menurutnya, data kepemilikan kendaraan itu bersifat terbuka untuk umum dan tidak ada yang perlu disembunyikan. "Dicek aja, itu kan terbuka, nggak ada yang ditutup-tutupin," tuturnya lagi.

Di sisi lain, kejadiannya sendiri bermula dari laporan warga. Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan, W Malau, mengonfirmasi bahwa timnya diterjunkan ke lokasi setelah mendapat panggilan soal kebakaran mobil.

"Mobil yang terbakar merupakan mobil listrik," kata Malau.

Menurut penjelasannya, mobil itu sedang berada di dalam sebuah bengkel saat tiba-tiba terbakar. Dugaan sementara, si jago merah muncul dari aliran listrik pada bagian baterai kendaraan. Saat itu, situasinya cukup panik. Petugas pemadam fokus total untuk memadamkan kobaran api yang menjilat-jilat badan mobil.

Karena konsentrasi penuh pada pemadaman, kepastian soal siapa pemilik mobil listrik tersebut pun belum bisa didapat. "Untuk kepemilikannya belum diketahui karena anggota fokus melakukan pemadaman," jelas Malau.

Jadi, klaim bahwa mobil itu milik sang gubernur masih sebatas rumor yang bergulir. Bobby Nasution sendiri tampaknya memilih jalan yang paling jelas: silakan verifikasi sendiri ke data yang ada.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar