Jaecoo, yang dulu dikenal sebagai brand premium, baru saja meluncurkan mobil listrik dengan harga yang cukup mengejutkan. J5, namanya, dibanderol mulai Rp 249 juta. Harganya yang masuk akal ini jelas membuatnya terjangkau bagi banyak kalangan di Indonesia.
Lantas, apa artinya ini? Apakah ini pertanda brand tersebut sedang bergeser dari segmen premium ke pasar yang lebih umum?
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, dengan tegas membantahnya. Menurutnya, Jaecoo tetaplah brand premium. Hanya saja, mereka kini punya portofolio produk yang menjangkau lebih banyak orang.
"Buat kami, premium nggak cuma soal harga. Kami akan tunjukkan lewat layanan terbaik, itulah yang akan menjelaskan arti premium sebenarnya kepada masyarakat," jelas Jim saat berbincang di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (29/11).
Ia menekankan bahwa esensi premium itu tetap hidup dalam kualitas produk, layanan purna jual, dan pengalaman yang dirasakan konsumen. Jadi, harga yang lebih terjangkau bukan berarti turun kelas. Ini lebih ke strategi untuk menjangkau lebih banyak orang tanpa menghilangkan jati diri brand.
Di sisi lain, langkah ini sepertinya membaca situasi dengan jeli. Tren adopsi kendaraan listrik di Indonesia sedang melaju kencang. Konsumen juga semakin jeli menimbang nilai sebuah produk apa yang mereka dapat untuk uang yang mereka keluarkan.
Dengan adanya opsi yang lebih terjangkau, konsumen dari berbagai latar belakang punya kesempatan untuk merasakan teknologi baru tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Artikel Terkait
Rapimnas Kadin 2025 Didesak Istana untuk Hasilkan Langkah Nyata
Laga Pembuka Timnas U-22 Lawan Filipina Diundur, RCTI Tetap Siarkan Langsung
KAI Commuter Luncurkan Kereta Petani dan Pedagang, Cuma Rp3.000
Anindya Bakrie Soroti Ledakan Film Lokal, Sebut Jumbo dan Agak Laen Bukti Potensi Besar Industri Kreatif