Pesan Pedas Virgoun untuk Inara Usai Lihat Bukti CCTV
Virgoun, mantan suami Inara Rusli, rupanya sudah menyaksikan sendiri rekaman CCTV yang jadi buah bibir itu. Rekaman itu diambil di rumah mereka dulu, dan isinya cukup mengguncang: merekam momen intim antara Inara dan Insanul Fahmi.
Menurut pengakuan Insanul, reaksi Virgoun langsung terasa. Dia mengirim pesan yang isinya menusuk sekali ke Inara.
Dalam pesannya, Virgoun dengan tegas menyatakan akan membawa anak-anak mereka pergi dari rumah tersebut.
"Mudah-mudahan kamu udah nikah siri ya karena aku udah punya bukti kamu hubungan badan di lantai tiga. Anak-anak aku bawa dulu sampai badainya reda,"
Kata Richard Lee membacakan pesan Virgoun itu dalam sebuah video YouTube bersama Insanul yang tayang Rabu (26/11).
Nah, soal bagaimana rekaman itu bisa tersebar, Insanul mengaku serba tak tahu. Dia bingung, bagaimana bisa bukti itu sampai ke tangan istrinya, Wardatina Mawa.
"Aku juga kurang tahu (siapa yang sebar)," ujarnya. Tapi dia ingat satu hal.
"Cuma abangnya Mawa sempat mengirim satu video dengan satu statement mengancam bahwa ini akan dibuat lebih besar, lebih meledak," ungkap Insanul lagi.
Rekaman yang jadi sumber masalah ini sendiri direkam di rumah Inara. Yang bikin mereka heran, kata Insanul, peristiwa dalam rekaman itu terjadi pada tanggal 8 Agustus, setelah mereka menikah.
"CCTV itu video tanggal 8 (Agustus) setelah menikah. Makanya kita bingung juga, kok bisa. Kami bukan takut masalah, kami berbuat hal yang berdosa, kami suami istri," lanjutnya mencoba memberi penjelasan.
Sebelumnya, Mawa sudah melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya. Dia melampirkan rekaman CCTV itu dalam laporannya tentang dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang melibatkan Insanul dan Inara.
Mawa mengklaim rekaman itu durasinya sampai dua jam dan berisi aksi tak senonoh pasangan tersebut.
Artikel Terkait
Iran Peringatkan Akan Langsung Lawan Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan
Dua Pilot Tewas saat Pesawat Latih Militer Taiwan Jatuh di Pangkalan Udara Gangshan
Gempa M5,1 Guncang Sarmi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PMI Manufaktur Indonesia Netral di 50,0 pada Mei, Produksi Masih Tertekan Harga Bahan Baku dan Konflik Global