Rio Dewanto Bocorkan Cara Memutus Rantai Trauma dalam Pola Asuh Anak

- Senin, 17 November 2025 | 23:10 WIB
Rio Dewanto Bocorkan Cara Memutus Rantai Trauma dalam Pola Asuh Anak
Rio Dewanto dan Pelajaran Parenting dari Film Malin Kundang

Rio Dewanto: Pentingnya Memutus Rantai Trauma Antargenerasi dalam Pola Asuh

Pengalamannya membawa karakter Alif dalam film Legenda Kelam Malin Kundang memberikan perspektif baru bagi Rio Dewanto mengenai dinamika hubungan orang tua dan anak. Aktor berbakat ini menyoroti sebuah isu penting dalam parenting: warisan trauma yang bisa berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rio Dewanto secara terbuka menyatakan keinginannya untuk tidak menurunkan pola asuh yang kurang baik yang mungkin pernah ia terima. Ia menyadari bahwa banyak tindakan dan reaksi kita sebagai individu dewasa sering kali merupakan cerminan dari bagaimana kita sendiri diasuh.

Dalam sebuah kesempatan, Rio menjelaskan bahwa pandangan barunya ini berpusat pada kesadaran akan warisan emosional antar generasi. Ia menekankan bahwa tanpa disadari, seseorang bisa melanjutkan siklus memori dan perilaku yang kurang baik yang diwarisi dari orang tuanya, tanpa benar-benar memahami perjalanan hidup orang tua tersebut.

Kesadaran inilah yang mendorongnya, sebagai seorang ayah, untuk secara aktif mempelajari dan menerapkan metode pola asuh yang lebih baik. Ia berkomitmen untuk menerapkan gaya parenting yang hands-on dan penuh perhatian bagi buah hatinya.

Rio Dewanto, yang merupakan suami dari Atiqah Hasiholan, kini menitikberatkan pada pentingnya membangun jalur komunikasi yang terbuka dan sehat dengan anaknya. Baginya, mengapresiasi perasaan anak, menerima emosinya, dan bersama-sama mencari solusi untuk masalah yang dihadapi anak adalah fondasi yang krusial.

Harapan terbesarnya adalah menciptakan hubungan yang tidak kaku dengan anaknya di masa depan. Rio ingin anaknya memandangnya bukan hanya sebagai figur ayah, tetapi juga sebagai teman yang bisa menjadi tempat bercerita dengan leluasa dan tanpa rasa takut.

Kisah Rio Dewanto ini menjadi sebuah refleksi mendalam bagi banyak orang tua tentang pentingnya memutus mata rantai pola asuh negatif dan membangun hubungan keluarga yang lebih sehat serta komunikatif.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar