"Perkembangan lebih lanjut soal penanganan perkara akan disampaikan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Riau," tambahnya.
Viral di Medsos
Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Jumat (21/11) lalu, tapi baru ramai setelah videonya menyebar di media sosial. Ceritanya bermula saat petugas Satgas TNTN sedang bertugas di Poskotis. Tiba-tiba, sekelompok massa yang dipimpin JS dan kawan-kawannya datang mendatangi lokasi. Mereka memberi ultimatum: petugas harus pergi dari pos dalam waktu satu jam.
Karena petugas menolak dan bersikukuh bertugas sesuai perintah, massa justru makin banyak berdatangan. Suasana pun memanas. Akhirnya, kerumunan itu tak bisa dikendalikan lagi dan berujung pada aksi pembongkaran serta perusakan.
Akibatnya, lima baliho, satu portal, tiga plang akrilik timbul, 3.000 bibit tanaman, satu tenda pleton TNI AD, satu tenda biru, plus sejumlah dokumen dan perlengkapan pos lainnya hancur berantakan.
Nggak cuma berhenti di situ. Aksi perusakan berlanjut ke Pos 2 Kenayang yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama. Massa kembali merusak portal, plang, dan gapura selamat datang. Beberapa barang bahkan diangkut menggunakan truk. Perkiraan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp190 juta. Cukup besar juga.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Dorong Futsal Indonesia Jadi Industri Profesional
AS Kerahkan Armada Perang Blokade Selat Hormuz Usai Gagalnya Perundingan Nuklir dengan Iran
Bernardo Tavares Kagumi Atmosfer Harmonis Suporter Meski Persebaya Dibantai Persija
Pemerintah Siapkan Layanan Haji Inklusif untuk Lansia dan Disabilitas pada 2026