"Perkembangan lebih lanjut soal penanganan perkara akan disampaikan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Riau," tambahnya.
Viral di Medsos
Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Jumat (21/11) lalu, tapi baru ramai setelah videonya menyebar di media sosial. Ceritanya bermula saat petugas Satgas TNTN sedang bertugas di Poskotis. Tiba-tiba, sekelompok massa yang dipimpin JS dan kawan-kawannya datang mendatangi lokasi. Mereka memberi ultimatum: petugas harus pergi dari pos dalam waktu satu jam.
Karena petugas menolak dan bersikukuh bertugas sesuai perintah, massa justru makin banyak berdatangan. Suasana pun memanas. Akhirnya, kerumunan itu tak bisa dikendalikan lagi dan berujung pada aksi pembongkaran serta perusakan.
Akibatnya, lima baliho, satu portal, tiga plang akrilik timbul, 3.000 bibit tanaman, satu tenda pleton TNI AD, satu tenda biru, plus sejumlah dokumen dan perlengkapan pos lainnya hancur berantakan.
Nggak cuma berhenti di situ. Aksi perusakan berlanjut ke Pos 2 Kenayang yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama. Massa kembali merusak portal, plang, dan gapura selamat datang. Beberapa barang bahkan diangkut menggunakan truk. Perkiraan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp190 juta. Cukup besar juga.
Artikel Terkait
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH
Pemprov DKI Wajibkan Warga Lapor Sebelum Mudik Lebaran 2026