Di sisi lain, Cowell juga berbagi cerita tentang percakapan yang baru-ba ru ini terjalin dengan orang tua Payne. Dari obrolan itulah, ia justru membayangkan bagaimana hidup Liam seandainya tidak pernah bergabung dengan One Direction.
"'Apa jadinya Liam kalau dia tidak ada di band itu?' Setelah berbicara dengan ibu dan ayahnya baru-baru ini, mereka terus mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan apa yang telah dicapainya," ungkap Cowell.
Perasaan sesal memang tak bisa dihindari. "Tentu saja, saya berharap bisa memutar waktu. Saat saya berbicara dengannya hari itu, saya merasa sangat baik padanya. Saya berpikir, 'Wah, kamu sepertinya baik-baik saja,'" lanjutnya.
Momen kepergian Payne benar-benar meninggalkan bekas. Cowell pun tak kuasa menahan rasa kehilangan. Lewat unggahan di Instagram kala itu, ia mencurahkan isi hatinya.
"Kita tidak pernah benar-benar tahu perasaan kita terhadap seseorang sampai momen seperti ini terjadi. Liam, aku hancur. Patah hati. Dan aku merasa hampa. Dan aku ingin kau tahu betapa besar cinta dan rasa hormatku padamu. Setiap air mata yang kutumpahkan adalah kenangan tentangmu," tulisnya.
Ia pun menutup dengan kenangan manis tentang pribadi Liam yang sesungguhnya.
"Saya ingin memberi tahu kalian apa yang selalu saya katakan kepada ribuan orang yang selalu bertanya kepada saya. Seperti apa Liam? Dan saya akan memberi tahu mereka bahwa kamu baik, lucu, manis, bijaksana, berbakat, rendah hati, dan fokus. Dan betapa kamu mencintai musik. Dan betapa tulusnya cintamu kepada para penggemar," tutup Cowell.
Artikel Terkait
Iran Siap Balas Serangan AS dengan Target Pangkalan Militer dan Jalur Pelayaran
Puncak Karier Maulina di Piala Asia 2022: Ini Momen yang Takkan Terlupakan
Rizky Ridho Pasang Janji: Kami Tunggu di Jakarta
Dwiki Dharmawan Luncurkan Anagnorisis, Album Kolaborasi yang Diapresiasi sebagai Misi Budaya