Keheningan Berbicara: JakMime Fest 2025 Hidupkan Legenda Pantomim dengan Hologram

- Rabu, 26 November 2025 | 20:50 WIB
Keheningan Berbicara: JakMime Fest 2025 Hidupkan Legenda Pantomim dengan Hologram

Lewat layar holografik, sosok Didi Petet hadir dengan ketenangan geraknya yang khas. Lalu Subarkah, dengan disiplin panggung yang mengingatkan kita pada kedalaman pantomim Indonesia yang sering terlewat. Dan tentu saja, Charlie Chaplin, ikon global yang menari dalam cahaya, memberikan senyumnya yang khas dari masa lalu.

Saat Septian bergerak bersama mereka meski hanya sebagai bayangan hologram yang tercipta bukan sekadar pertunjukan teknologi. Ada rasa rindu yang mengendap. Ada penghormatan yang tulus. Ada pengingat halus bahwa seni selalu hidup lebih lama dari para penciptanya. Panggung malam itu bagaikan altar kecil, tempat generasi sekarang memberi hormat pada para pendahulu. Dan kita yang menyaksikannya pun terdiam, terpana.

Jakmime Fest 2025 ini bukan cuma tontonan. Ia mengubah cara pandang kita. Bahwa pantomim masih punya ruang untuk berkembang, bereksperimen, dan berkolaborasi dengan masa depan. Di tangan yang tepat, keheningan bisa diolah menjadi percakapan panjang tanpa satu kata pun.

Dan ketika malam merangkul Kota Tua, festival ini meninggalkan pesan yang hangat: seni tak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk diajak bicara kembali.

Malam Selasa (25/11) yang khidmat itu masih punya lanjutannya. Hari ini, Rabu (26/11), adalah hari terakhir JakMime Fest 2025. Masih ada kesempatan untuk menyaksikan seni tubuh tanpa kata ini. Datanglah, nikmati, dan larutlah bersama keluarga, teman, atau bahkan orang asing sekalipun, di jantung ibu kota, Kota Tua.


Halaman:

Komentar