Menteri Pertahanan Tinjau Langsung Lahan Calon Pusat Pelatihan Militer di Palangka Raya

- Rabu, 26 November 2025 | 19:40 WIB
Menteri Pertahanan Tinjau Langsung Lahan Calon Pusat Pelatihan Militer di Palangka Raya

Palangka Raya, Rabu (26/11/2025) - Suasana di sepanjang Jalan Tjilik Riwut pagi itu tampak berbeda. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turun langsung ke lokasi, menyisir area yang akan menjadi tempat berdirinya Resimen Induk Kodam (Rindam) XXII/Tambun Bungai dan Dodiklatpur Rindam. Agenda utamanya jelas: memastikan kesiapan lahan untuk pusat pendidikan dan pelatihan militer yang baru itu.

Ditemani Panglima Kodam setempat, Mayjen TNI Zainul Arifin, Sjafrie meneliti setiap bagian lokasi dengan cermat. Menurut keterangan dari Kemhan, kunjungan kerja ini memang difokuskan untuk melihat dari dekat progres awal pembangunannya.

Di sisi lain, kehadiran kompleks militer ini bukan sekadar soal tambahan fasilitas. Ia punya peran yang jauh lebih strategis. Fungsinya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di wilayah Kalimantan dinilai sangat krusial. Tak heran jika Pangdam sebelumnya juga sudah lebih dulu melakukan peninjauan serupa.

Mayjen TNI Zainul Arifin sendiri cukup optimis dengan proyek ini.

Dia menegaskan, pembangunan di Km 24 dan Km 27 Jalan Tjilik Riwut itu akan membawa banyak manfaat. Bukan cuma untuk ketahanan, tapi juga buat perekonomian warga sekitar. "Ini jadi nilai tambah bagi daerah," ujarnya. Harapannya, selain memperkuat pertahanan, kemandirian ekonomi lokal ikut terdongkrak dan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk masuk TNI jadi semakin terbuka lebar.

Pada akhirnya, rencana pembangunan Rindam ini adalah bagian dari upaya besar pemerintah. Tujuannya memperkuat kedaulatan dan menjaga stabilitas di Kalimantan Tengah. Dengan demikian, Kodam XXII/Tambun Bungai diharapkan bisa menjadi pilar keamanan yang benar-benar kokoh di jantung Pulau Borneo.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar