Di tengah keributan yang terjadi, Gus Yahya justru menekankan agar roda organisasi jangan sampai mandek. Semua kegiatan dan tugas harus tetap dijalankan, tanpa terpengaruh oleh hiruk-pikuk yang ada.
Pertemuan dengan para Ketua PWNU yang digelar hari itu pun sejatinya adalah bagian dari koordinasi persiapan menyambut satu abad NU. Bukan untuk membahas polemik.
Gus Yahya menegaskan bahwa dia tidak akan berhenti menjalankan tugas. Bagaimanapun, mandat yang dia pegang berasal dari Muktamar.
Dia menilai keributan yang terjadi sama sekali tidak punya dampak signifikan terhadap organisasi. “Jangan sampai organisasi ini berhenti hanya karena kegiatan yang tidak berarti dari orang mau ribut. Toh itu semua keributan itu ndak ada artinya. Mau ribut apa?” ujarnya lagi.
Menurutnya, baru bisa disebut sengketa kalau ada perebutan status hukum. Sementara ini, secara hukum, tidak ada perselisihan sama sekali.
Pesan akhirnya jelas: organisasi harus tetap jalan, tugas harus tuntas, dan polemik ini dianggapnya tak lebih dari sekadar riak di permukaan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas AS dan Israel di Tengah Kerusuhan yang Tak Kunjung Padam
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027