Di tengah keributan yang terjadi, Gus Yahya justru menekankan agar roda organisasi jangan sampai mandek. Semua kegiatan dan tugas harus tetap dijalankan, tanpa terpengaruh oleh hiruk-pikuk yang ada.
Pertemuan dengan para Ketua PWNU yang digelar hari itu pun sejatinya adalah bagian dari koordinasi persiapan menyambut satu abad NU. Bukan untuk membahas polemik.
Gus Yahya menegaskan bahwa dia tidak akan berhenti menjalankan tugas. Bagaimanapun, mandat yang dia pegang berasal dari Muktamar.
Dia menilai keributan yang terjadi sama sekali tidak punya dampak signifikan terhadap organisasi. “Jangan sampai organisasi ini berhenti hanya karena kegiatan yang tidak berarti dari orang mau ribut. Toh itu semua keributan itu ndak ada artinya. Mau ribut apa?” ujarnya lagi.
Menurutnya, baru bisa disebut sengketa kalau ada perebutan status hukum. Sementara ini, secara hukum, tidak ada perselisihan sama sekali.
Pesan akhirnya jelas: organisasi harus tetap jalan, tugas harus tuntas, dan polemik ini dianggapnya tak lebih dari sekadar riak di permukaan.
Artikel Terkait
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel