Mitsubishi Motors di Indonesia, atau MMKSI, tampaknya tak mau gegabah. Mereka memilih untuk menahan diri, tidak serta merta memboyong Mitsubishi Xpander Hybrid yang sedang naik daun ke pasar domestik. Padahal, di Thailand, kehadiran mobil ini cukup menggema dan diterima dengan tangan terbuka.
Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Di baliknya, tersirat strategi elektrifikasi yang lebih berhati-hati dan penuh kalkulasi untuk Indonesia. Mereka tak ingin salah langkah.
Di Thailand, Xpander Hybrid memang jadi buah bibir. Sambutannya hangat, berkat desainnya yang sporty dan teknologi ramah lingkungan yang dibawanya. Semua itu sejalan dengan tren pasar regional yang kian bergerak cepat.
Namun begitu, untuk Indonesia, ceritanya lain. MMKSI mengaku masih sibuk memetakan medan. Mereka ingin memastikan kebutuhan dan momentumnya benar-benar pas sebelum meluncurkannya.
“Untuk model hybrid, Mitsubishi memang sudah punya, Xpander dan Xforce. Sedangkan untuk Indonesia, kami sedang mempelajari,”
Demikian penjelasan Masaki Fujiwara, Director of Product Strategy Division PT MMKSI, saat konferensi pers di GJAW 2025, Senin (24/11/2025).
Fujiwara tak mau buru-buru memberi kepastian soal waktu kedatangan Xpander Hybrid. Baginya, studi pasar dan kesiapan konsumen adalah kunci yang tak bisa diabaikan.
“Kami sedang pelajari, kami sedang tunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan produk hybrid ini ke pasar Indonesia,”
tegasnya lagi.
Sementara itu, di Thailand, Xpander Hybrid tampil dengan aura yang berbeda. Desainnya lebih premium dan berotot, dengan sentuhan futuristik yang membuatnya mencolok dibanding versi biasa.
Dari segi teknologi, mobil ini mengusung Mitsubishi e:Motion sistem hybrid yang mengutamakan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan performa. Ada tujuh mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan, plus fitur Active Yaw Control (AYC) yang menjaga mobil tetap stabil saat bermanuver.
Semua fitur itu dirancang untuk memberi pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan tentu saja ramah lingkungan.
Varian HEV PLAY-nya bahkan lebih menarik lagi. Atap dan spion berwarna hitam, dynamic shield hitam, antena sirip hiu, serta velg alloy yang bikin tampilannya makin sangar.
Tak cuma itu, lampu depan dan spoiler belakang juga didominasi warna hitam. Ditambah airdam di bagian depan, samping, dan belakang. Warna White Diamond dan Graphite Gray dipadukan dengan atap hitam, menciptakan kesan sporty yang maksimal.
Di Thailand, Xpander HEV PLAY dibanderol sekitar 981.000 baht, atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp 478 juta. Produksinya sengaja dibuat terbatas, menyasar keluarga modern yang menginginkan mobil tak cuma irit, tapi juga berpenampilan mencolok.
Artikel Terkait
PDAM Makassar Ungkap Penyebab Krisis Air di Wilayah Utara: Sistem Gravitasi dan Penyedotan Liar
Polisi Ungkap Modus Pindah Isi Elpiji Subsidi ke Tabung Non-Subsidi, 11 Tersangka Ditangkap
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Dikerahkan
Snap PHK 1.000 Karyawan, Efisiensi dan AI Jadi Pemicu