LPDB Koperasi Siapkan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Prioritas 2026

- Senin, 24 November 2025 | 21:30 WIB
LPDB Koperasi Siapkan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Prioritas 2026

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) baru saja menggelar evaluasi untuk Program Inkubator 2025. Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem koperasi nasional. Dan ada satu fokus yang menonjol Koperasi Desa Merah Putih dipersiapkan sebagai prioritas utama tahun 2026.

Menurut Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, kegiatan evaluasi ini bukan sekadar formalitas. Ini momentum strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pendampingan. "Kami ingin koperasi tumbuh dengan tata kelola yang profesional, berdaya saing, dan modern," ujarnya.

Dalam keterangan resminya Senin (24/11/2025), Krisdianto menegaskan arah kebijakan ke depan. "Tahun 2026, fokus kami secara khusus diarahkan pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program prioritas nasional."

Bagaimana dengan capaian tahun ini? Pada 2025, LPDB Koperasi bermitra dengan 15 lembaga inkubator yang mendampingi 187 tenant koperasi. Jangkauannya luas mulai dari Aceh, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Tengah.

Pendampingan intensif selama enam bulan itu mencakup banyak hal. Dari penguatan kelembagaan, pembenahan tata kelola usaha dan keuangan, penyusunan pelaporan RAT, sampai pengembangan akses kemitraan bisnis. Hasilnya? Cukup menggembirakan.

Sebanyak 56 tenant koperasi berhasil mengamankan komitmen pendanaan, investasi, atau kerja sama off-taker. Nilainya mencapai Rp105,1 miliar. Angka yang tidak kecil.

Di sisi lain, masih ada 22 tenant koperasi lainnya yang sudah mengajukan permohonan pendanaan melalui dana bergulir LPDB Koperasi. Prosesnya masih berjalan.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, melihat evaluasi ini sebagai wadah konsolidasi. Tempat untuk memperkuat kualitas dan arah program ke depan.

"Kami berharap lembaga inkubator semakin memiliki pemahaman yang lebih baik dalam melaksanakan inkubasi koperasi," katanya. Terutama dalam mendukung penguatan koperasi desa yang jadi prioritas nasional.

Untuk tahun depan, LPDB Koperasi sudah membuka pendaftaran Program Inkubasi 2026 sejak 2 Oktober hingga 2 Desember 2025. Sasaran utamanya tetap KDKMP dan koperasi sektor riil.

Program inkubator ini disiapkan sebagai instrumen alternatif pendukung utama bagi KDKMP. Melalui pendampingan intensif, akses pendanaan, dan ekosistem kemitraan, koperasi desa diharapkan bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi lokal yang mandiri dan produktif. Dampaknya pun diharapkan langsung terasa oleh masyarakat.

Krisdianto menegaskan komitmen jangka panjang LPDB Koperasi. Program inkubator akan terus berkembang secara berkelanjutan dan adaptif sesuai kebutuhan koperasi di berbagai daerah.

"Penguatan inkubator menjadi langkah strategis," pungkasnya. Langkah untuk memastikan koperasi mampu naik kelas dan menjadi pemain penting dalam perekonomian nasional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar