Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa peluang bagi bank asing untuk berperan lebih besar di industri perbankan Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, di Jakarta pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut data yang dihimpun OJK, pangsa pasar bank asing serta kantor cabangnya tercatat sekitar 24,81 persen per September 2025. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada ruang yang cukup luas untuk berkembang.
"Ruang partisipasi bank asing di Indonesia masih sangat terbuka untuk berkontribusi pada industri perbankan di Indonesia," ujar Dian.
Di sisi lain, kontribusi mereka dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit ternyata masih terbilang rendah. Data OJK mencatat, penyaluran kredit oleh bank asing mencapai Rp1.799,17 triliun, atau sekitar 22,04 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan nasional.
Sementara itu, untuk penghimpunan DPK, bank asing berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.093,59 triliun. Angka ini setara dengan 21,60 persen dari total DPK yang berhasil dihimpun seluruh bank di Indonesia.
Lebih lanjut Dian menjelaskan, kehadiran dan partisipasi bank asing ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia akan Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing.
"Juga kebutuhan peningkatan likuiditas valas di Indonesia," tambahnya.
Jadi, meski kontribusinya dalam kredit dan DPK belum dominan, peran mereka dinilai tetap strategis untuk mendukung likuiditas dan investasi.
Artikel Terkait
Empat WNI Disandera di Perairan Somalia, Kemlu Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
BRI Terapkan Selective Growth dan Perketat RAC demi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ketidakpastian Global
Bank Indonesia Resmi Aktifkan Pembayaran QRIS-Terintegrasi dengan China, Wisatawan Tak Perlu Bawa Uang Tunai
Feedzai Peringatkan Lonjakan Penipuan Online dan Perdagangan Orang Jelang Piala Dunia 2026